Inilah 7 Berita Hoax Penyebab Perang di Dunia
Inilah 7 Berita Hoax Penyebab Perang di Dunia

Inilah 7 Berita Hoax Penyebab Perang di Dunia

Baca juga:

Hoax, sekarang menjadi sebuah fenomena yang mengkhawatirkan. Hampir diseluruh penjuru dunia berperang melawan berita bohong a.k.a hoax.

Berita Hoax Penyebab Perang di Dunia


Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, sebuah berita akan sangat dengan mudahnya tersebar.

Jejaring sosial merupakan salah satu wadah penyebaran berita hoax terbanyak pada saat ini. Jejaring sosial saat ini memiliki pengguna aktif melebihi setengah dari penduduk dunia.

Facebook sendiri mempunyai pengguna aktif sekitar 2 miliar pengguna.

Tidak hanya negara saja aktif yang berperang melawan berita atau konten hoax, para pengembang jejaring sosialpun sadar bahwa aplikasi mereka merupakan tempat tumbuh suburnya konten hoax yang tersebar diseluruh dunia.

Hasil penelitian yang dilakukan Facebook menyebutkan, pengguna yang sering mengunggah cenderung membagikan konten tak berkualitas.

Vice President Facebook Adam Mosseri yang menjadi pemimpin News Feed Facebook menyebut, penelitian Facebook menunjukkan pengguna yang mengunggah lebih dari 50 unggahan per harinya dianggap mengunggah konten berkualitas rendah.

Ia mengatakan, konten yang mereka unggah cenderung mengandung unsur clickbait (memancing pengguna untuk mengklik), informasi menyesatkan, dan sensasional. 

Pemberitaan Palsu a.k.a Berita Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/ pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta konten hoax tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.

Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang, kejadian atau fakta dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang, kejadian atau fakta sebenarnya.

Akan tetapi, konten hoax a.k.a berita palsu sering digunakan atau menjadi suatu justifikasi oleh penguasa atau suatu negara sebagai alasan untuk menyerang atau menduduki negara lain, dengan maksud untuk menjajah dan mendapatkan sumber daya dari negara bangsa tersebut. 

Berita Bohong a.k.a Berita Hoax telah sejak lama digunakan sebagai alat atau pembenaran untuk menggulingkan suatu pemerintahan yang sah dan atau memecah belah suatu bangsa.

Karena itu kabar bohong alias Hoax pun telah sejak lama ikut menggerakkan sejarah peradaban manusia. 

Berikut Berita Hoax yang mampu membuat perang antar bangsa maupun dunia yang dilansir oleh Deutsche Welle:

1. Kebohongan Hitler yang Memicu Perang Dunia 

Berita Hoax
Awal September 1939, Adolf Hitler mengabarkan kepada parlemen Jerman bahwa militer Polandia telah "menembaki tentara Jerman pada pukul 05:45."

Ia lalu bersumpah akan membalas dendam.

Kebohongan yang memicu Perang Dunia II itu terungkap setelah ketahuan tentara Jerman sendiri yang membunuh pasukan perbatasan Polandia.

Karena sejak 1938 Jerman sudah mempersiapkan pendudukan terhadap jirannya itu.

2. Demi Oplah Berlipat Ganda "Morning Journal" Sebar Hoax

Berita Hoax
Pada 1889 pengusaha AS William Hearst ingin agar AS mengobarkan perang terhadap Spanyol di Amerika Selatan.

Untuk itu ia memanfaatkan surat kabarnya, Morning Journal, buat menyebar kabar bohong dan menyeret opini publik, antara lain tentang serdadu Spanyol yang menelanjangi perempuan AS.

Hearst mengintip peluang bisnis. Karena sejak perang berkecamuk, oplah Morning Journal berlipat ganda.

3. Fenomena Beracun

Berita Hoax

Kabar bohong kembali mengalami kebangkitan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pada hakikatnya, berita palsu yang marak di media-media sosial saat ini tidak berbeda dengan propaganda hitam yang disebar buat memicu perang dan kebencian pada abad silam.

Fenomena itu mengandalkan jumlah massa untuk membumikan sebuah kebohongan. Karena semakin banyak yang percaya, semakin nyata juga sebuah berita.

4. Kampanye Hitam McNamara

Berita Hoax

Kementerian Pertahanan AS mengabarkan bahwa kapal perang USS Maddox ditembaki kapal Vietnam Utara pada 2 dan 4 Agustus 1964.

Insiden di Teluk Tonkin itu mendorong Kongres AS menerbitkan resolusi yang menjadi landasan hukum buat Presiden Lyndon B. Johnson untuk menyerang Vietnam.

Tapi tahun 1995 bekas menhan AS, Robert McNamara, mengakui insiden tersebut adalah berita palsu.

5. Kesaksian Palsu Nariyah

Berita Hoax

Seorang remaja putri Kuwait, Nariyah, bersaksi di depan kongres AS pada 19.10.1990 tentang kebiadaban prajurit Irak yang membunuh puluhan balita.

Kesaksian tersebut ikut menyulut Perang Teluk.

Belakangan ketahuan Nariyah adalah putri duta besar Kuwait dan kesaksiannya merupakan bagian dari kampanye perusahaan iklan, Hill & Knowlton atas permintaan pemerintah Kuwait.

6. Operasi Tapal Besi

Berita Hoax

April 2000 pemerintah Bulgaria meneruskan laporan dinas rahasia Jerman tentang rencana pembersihan etnis ala Holocaust oleh Serbia terhadap etnis Albania dan Kosovo.

Buktinya adalah citra udara dari lokasi kamp konsentrasi. Laporan tersebut menggerakkan NATO untuk melancarkan serangan udara terhadap Serbia.

Rencana yang diberi kode "Operasi Tapal Besi" itu tidak pernah terbukti hingga kini.

7. Bukti Kosong Powell Atas Irak

Berita Hoax

Pada 5 Februari 2003 Menteri Luar Negeri AS, Colin Powell, mengklaim memiliki bukti kepemilikan senjata pemusnah massal oleh Irak pada sebuah sidang Dewan Keamanan PBB.

Meski tak mendapat mandat PBB, Presiden AS George W. Bush, akhirnya tetap menginvasi Irak buat meruntuhkan rejim Saddam Hussein.

Hingga kini senjata biologi dan kimia yang diklaim dimiliki Irak tidak pernah ditemukan.

Itulah beberapa kejadian pertempuran dunia yang diakibatkan karena pemberitaan palsu alias Hoax.

Begitu dahsyat dampak yang diakibatkan dari berita palsu aka hoax, yang dapat memecah suatu bangsa, negara dapat menyulut peperangan.

Sekarang, ayo kita mulai perangi berita-berita hoax dan mulai menelusuri keaslian dari suatu berita tersebut. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran sebuah konten hoax.

"Saring Sebelum Sharing". (3S)
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments