Friday, 8 September 2017

Kenali Sejak Dini Ciri-ciri Anak Penderita Autisme

Ibu Rahmi, seorang wanita karier, ibu pekerja yang setiap hari nya selalu sibuk bekerja, dan juga seorang ibu rumah tangga dengan 1 orang anak.

Kenali Sejak Dini Ciri-ciri Anak Penderita Autisme

Walaupun seorang wanita karier, Ibu Rahmi selalu bias membagi waktu nya dan menyempatkan diri untuk mengikuti perkembangan tumbuh kembang anak semata wayangnya, begitu juga dengan kesehatan sang anak.

Apalagi jika anak tunggalnya menderita sakit, wanita karier ini selalu menyempatkan diri untuk mengantar anaknya sendiri ke Dokter.

Walaupun Dokter selalu mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ibu Rahmi selalu memperhatikan dan selalu mengikuti setiap perkembangan kesehatan dan pertumbahan anak semata wayangnya.

Akhir-akhir ini wanita pekerja ini merasa khawatir akan kesehatan dan pertumbuhan mental anak semata wayangnya. 

Pertumbuhan fisik dan kesehatannya baik-baik saja, namun demikian, walaupun sudah berumur 3 tahun, sang anak belum juga lancar berbicara.

Pada Seminar Autisme yang dia ikuti, kekhawatiran wanita karier ini makin bertambah setelah ia membaca surat kabat bahwa imunisasi MMR dapat menyebabkan autisme. 

Anaknya pernah mendapatkan imunisasi MMR sewaktu berumur 15 bulan. Kekhawatiran yang dialami ibu Ani tersebut, saat ini banyak pula terjadi pada orang tua lainnya. 

Autisme pada anak adalah kondisi yang menimpa anak pada saat lahir atau pada umur di bawah tiga tahun. 

Penyakit ini biasanya menyebabkan mereka tidak mampu membentuk suatu hubungan sosial, interaksi sosial atau mengembangkan komunikasi secara normal sebagaimana orang awam biasanya. 

Yang pada akhirnya, menyebabkan anak menjadi terisolasi dari kontak sosial dengan manusia awam lainnya dan tenggelam dalam dunianya sendiri yang diekspresikan dalam minat dan perilaku yang terpaku dan berulang-ulang. 

Pada suatu penelitian di Amerika Serikat, anak yang berumur kurang dari 15 tahun diantara 60.000-115.000 menderita autisme, sehingga diperkirakan dalam 10.000 penduduk terdapat 10 hingga 20 kasus Autisme anak. 

Rata-rata kasus autisme pada anak ini ditemukan sewaktu anak berumur 6 tahun. 

Banyak dari para orang tua menganggap ada seusuatu yang terjadi yang tidak seperti biasanya pada diri sang anak sewaktu mereka tersebut berumur 18 bulanan. 

Penderita Autisme pada anak terbanyak menimpa anak laki-laki hingga 3 sampai 4 kali lipat dari penderita autisme anak perempuan.

Namun walaupun penderita autisme anak laki-laki lebih banyak, akan tetapi penderita autisme anak perempuan cenderung lebih berat. 

Autisme pada anak bisa terjadi di semua tingkat status sosial, ekonomi dan pada semua ras, serta pada semua taraf intelegensi. 

Kapan kita harus menyadari bahwa anak menderita Autisme? 

Berikut ciri-ciri seorang Anak menderita Autisme :

1. Ciri utama pada Anak yang menderita autisme adalah gagal dalam menunjukkan keakraban yang lazim atau awam terhadap orang tua atau orang terdekat maupun pada orang lain. 

2. Sewaktu bayi, ia tidak memiliki senyum sosial. 

Artinya : 

- Sang Bayi tidak pernah tersenyum sewaktu diajak bermain

- Tidak mempunyai perilaku melekat, yaitu perasaan lebih senang apabila berada dekat ibunya.

3. Anak sering tidak dapat membedakan orang yang paling penting dalam kehidupannya, seperti orang tua, kakak, saudara, dll. 

4. Apabila ditinggal pergi oleh orang tuanya, anak tidak menunjukkan rasa cemas atau khawatir dan menangis.

5. Sejak bayi ngocehnya kurang, perkembangan kemampuan berbahasa umumnya mengalami hambatan. 

6. Setelah bertambah umur, bahasa yang digunakannya sulit dimengerti oleh orang tua.

7. Seringkali melakukan aktifitas yang brulang-ulang, misalnya menggerak-gerakkan anggota tubuhnya tanpa tujuan, bahkan bisa juga membentur-benturkan kepalanya ke dinding. 

Itulah tadi 7 ciri-ciri umum yang bisa kita lihat dari pertumbuhan kembang anak yang menderita Autisme. 

Anak penderita autisme akan lebih jelas terlihat saat mereka berkumpul dengan teman sebaya nya. Pada saat ia bermain, sang anak tidak dapat berinteraksi atau bermain secara bersama-sama, apalagi dengan alat permainan yang sama. 

Perasaan anak penderita Autisme yang tidak stabil, emosi yang tiba-tiba berubah seperti ledakkan tertawa atau menangis tanpa sebab yang jelas, juga merupakan gejala-gejala autisme pada anak.

Garis besarnya, ada 3 Ciri Utama seorang anak menderita Autisme sebelum berumur 3 tahun :

1. Interaksi sosial dan perkembangan sosial yang abnormal 

2. Tidak terjadinya perkembangan komunikasi yang normal 

3. Minat serta perilakunya terbatas dan berulang-ulang 

Setiap orang tua pasti tidak menginginkan anaknya menderita suatu penyakit apapun, termasuk Autisme. Namun demikian, apabila ada orang tua yang mengalami anaknya menderita Autisme, tentu akan muncul pertanyaan :

Mengapa seorang anak dapat menderita autisme? 

Autisme pada anak, sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Pada awalnya diperkirakan bahwa faktor psikologis lah yang memegang peranan penting dalam timbulnya autisme pada anak. 

Namun, dalam penelitian dua puluh tahun terakhir menunjukkan bahwa autisme mempunyai penyebab neurobiologis yang sangat kompleks dan rumit. 

Biokimia, metabolisme, imunologi, toksikologi, pencernaan, dan nutrisi, adalah faktor-faktor yang sangat berperan dalam timbulnya autisme. 

Dengan demikian, cara pengobatannya pun pada saat ini sudah jauh lebih banyak berubah. 

Berangkat dari kasus ibu Rahmi tadi, menjadi satu pertanyaan besar, apakah benar antara vaksinasi MMR dengan autisme ada hubungannya? 

Kekhawatiran ibu Rahmi ini bermula dari suatu penelitian yang dilakukan di Inggris, yang mana terdapat gejala-gejala autisme terjadi tidak lama setelah anak tersebut mendapatkan imunisasi MMR. 

Pendapat ini tentu saja dibantah oleh berbagai pihak, termasuk oleh Departemen Kesehatan RI. 

Bantahan ini dikeluarkan karena terbukti bahwa tidak ada peningkatan angka autisme setelah diperkenalkannya vaksin MMR pada tahun 1988. 

Untuk itu, para orang tua diharapkan untuk selalu berperan aktif dalam memantau tumbuh-kembang anak sejak usia dini. Sekalipun mereka adalah para pekerja atau seorang wanita karier. 

Apabila menemukan suatu gejala autisme, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat kepastian diagnosis. 

Untuk menentukan diagnosis tersebut biasanya memerlukan penanganan intensif yang dilakukan oleh suatu tim yang terdiri dari pakar berbagai disiplin ilmu. 


Loading...

No comments:

Post a Comment