Siapakah Netizen Itu? Dimana Mereka? dan Apa Saja Peranan Mereka?
Siapakah Netizen Itu? Dimana Mereka? dan Apa Saja Peranan Mereka?

Siapakah Netizen Itu? Dimana Mereka? dan Apa Saja Peranan Mereka?

Baca juga:

Selamat tinggal abad 20, selamat tinggal zaman konvensional, selamat tinggal zaman manual.

Siapakah Netizen Itu?


Selamat datang di abad 21, selamat datang generasi Y, selamat datang generasi millenial.
Selamat datang dunia digital.

Diabad ini, di zaman pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, pola pikir, cara kerja, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya semakin tumbuh dan berkembang, menciptakan istilah-istilah baru, penyebutan-penyebutan baru, pekerjaan-pekerjaan baru.

Netizen

Istilah yang dipakai oleh mereka yang lahir di zaman teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan Generasi Y atau Generasi Millenial.

Dari Generasi Y, Generasi Millenial ini, kita mengenal istilah -istilah baru seperti Netizen, Citizen, Agan, Pertamax, CMIIW, dan lain sebagainya.

Istilah yang di abad 20 kemaren masih merupakan istilah yang dipakai di Dunia Maya, dunia yang tidak semua orang bisa mengaksesnya.

Namun sekarang, di abad 21 ini, di zaman perkembangan teknologi ini, istilah baru ini semakin sering kita dengar, semakin santer digaungkan oleh mereka para Generasi Y, Generasi Millenial ini.

Namun, bukan berarti istilah-istilah baru ini, dapat diterima dan dimengerti oleh mereka yang dari Generasi X, generasi konvensional.

Banyak dari generasi abad 20, generasi X atau Generasi Manual/ konvensional, sering mendengar namun tidak paham dan mengerti makna dari istilah-istilah baru itu.


Apa sih, Netizen itu? dan Siapakah Netizen itu?


Internet, bukan lagi barang 'wah', dan 'mahal' atau barang 'asing'. Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita di abad ini, abad millenial ini.

Semua informasi tentang apapun akan dengan sangat mudah kita dapatkan. Karena itu, disaat kita sedang browsing atau ketika membaca media cetak yang membahas Internet atau membahas teknolgi informasi, sering kali kita mendengar istilah-istilah baru ini.

Tentu banyak para genersai X atau bahkan mungkin ada dari para generasi Y/ Generasi Millenial ini juga bingung dengan istilah-istilah ini.

Seperti istilah 'Netizen' ini. Lalu, apa makna dari Netizen itu sendiri?

Netizen Itu Apa?

Netizen merupakan gabungan kata dari Internet dan Citizen (warga).

Netizen adalah istilah atau perumpamaan yang seringnya dipakai untuk “Warganya Internet”. Karena itu, Netizen biasa diartikan sebagai orang-orang yang secara aktif selalu hadir terlibat di komunitas-komunitas online, komunitas digital, atau Internet secara umumnya.

Penyebutan ini juga mengisyaratkan keinginan dan minat serta keterlibatan aktif orang dalam memperbaiki dan membangun komunitas atau kehidupan Internet untuk kearah yang lebih baik.

Sebagai sumber dari suatu hubungan sosial digital dan intelektualitas warga internet. Terutama dalam hal akses yang lebih terbuka dan transparan. Yakni netralitas warga internet dari segala bentuk tekanan politik serta kebebasan berpendapat mengemukakan pendapat.

Netizen juga biasanya disebut dengan 'cybercitizen', yang memiliki arti yang sama pula.

Menurut Michael F. Hauben, seorang penulis dan merupakan salah satu pelopor internet, "The Net and Netizens: The Impact the Net Has on People’s Lives" :
“Selamat datang di abad ke-21. Anda adalah seorang Netizen (Seorang Penduduk Net) dan anda hadir sebagai warga di dunia ini, semua karena konektifitas global yang bisa diwujudkan oleh Net. Anda memandang semua orang sebagai warga se-negara anda.

Secara fisik mungkin anda sedang hidup di satu negara, tapi anda sedang berhubungan dengan sebagian besar dunia melalui jaringan internet global. Secara virtual/ maya/ digital, anda hidup bersebelahan dengan setiap Netizen di seluruh dunia. Perpisahan secara geografis sekarang diganti dengan keberadaan di dunia virtual/ digital yang sama.”

Jelas sudah, menurut salah seorang pelopor Internet yang juga seorang penulis tadi, Michael F. Hauben..
...kita ini, iya anda dan saya serta semua orang didunia ini dalam sebuah negara yang sama yakni seorang penduduk, seorang warganegara didalam negara yang sama : Negara Internet, Negara Digital

Jaringan-Jaringan Digital, Internet, Jaringan Komputer bekerja seperti halnya sebuah negara.

Jaringan Digital, Intenet menghapus keterbatasan jarak, ruang dan waktu pada semua pengguna internet sebagai penduduknya.

Sekarang kita tahu apa itu Netizen, kita mengerti cara kerja dan bagaimana seorang netizen itu.

Untuk itu, kita sebagai seorang Netizen tentu dapat merasakan manfaat dari sebuah jaringan komputer global atau jaringan internet global yang sangat mempengaruhi dan berdampak pada kehidupan sehari-hari kita.

Sebutan Netizen sebagai Warganegara atau Penduduk Dunia Digital, Penduduk Jaringan Global Internet digunakan oleh seluruh penduduk dunia, sehingga penyebutan seorang netizen dari suatu negara tertentu dengan sebutan Netizen di...

Misalnya :
Netizen di Indonesia, Netizen di Malaysia, Netizen di US dan lain sebagainya.

Dulu, sebelum Media Sosial mengguncang dunia, Blogging masihlah merupakan primadona para netizen, merupakan tempat atau wadah para netizen menyuarakan pendapat mereka kepada semua penduduk digital, atau netizen-netizen lain yang semakin bertambah jumlahnya.

Apalagi sekarang, dunia digital dan dunia nyata diguncang oleh Media Sosial, atau Jejaring Sosial.

Sehingga para penduduk dunia digital (Netizen) jumlahnya pun berkembang semakin pesat.
Semakin luasnya jaringan yang terbangun dari para netizen dunia digital, semakin mudah mereka berbagi informasi dan mengemukakan pendapat.

Hingga, untuk mempengaruhi dan menggerakkan massa baik secara digital dan secara nyata sangatlah mudah.

Sebuah pesan berantai yang tersebar didunia digital, di media sosial dengan sangat mudah sampai ketujuan, dimana dan kapanpun juga.

Bahkan, sekarang ini kehidupan abad 20, kebiasaan manual dan konvensional mulai ditinggalkan.

Sebut saja, bertemu dalam suatu pertemuan hanya untuk membahas atau bercerita tentang suatu peristiwa tidak lagi harus dilakukan secara nyata, cukup dalam suatu wadah pertemuan digital atau grup chatting, atau forum-forum dan mailist-mailist, sudah sangat mudah dilakukan tanpa harus bepergian atau beranjak dari tempat duduk kita.

Juga dalam hal dunia hiburan. Netizen akan sangat mudah untuk berinteraksi sosial dengan publik-publik figur seperti artis atau pejabat negara sekalipun, yang apabila di bandingkan dengan zaman konvensional hal itu sangatlah sulit dan hampir mustahil untuk dilakukan.

Sekarang ini, setiap Netizen mempunyai peluang untuk terkenal dan menjadi seorang publik figur. Dunia Televisi konvensional pun sedikit demi sedikit telah ditinggalkan.

Netizen lebih suka dengan tontonan yang dibuat oleh netizen-netizen lainnya, bagitu juga sebaliknya, setiap netizen bisa menjadi seorang produser video, film, dan lain sebagainya.
Kita kenal dengan VLOG, atau Video Blog.

Tidak percaya? coba anda ingat, sudah seberapa banyak kita melihat dan mendengar berita, artikel atau video viral yang mampu menggerakkan hati Warganegara Digital dan bahkan Warganegara Konvensional?

Seberapa besar dampak yang dihasilkan oleh "lepas" nya informasi, yang tidak terhalang oleh keterbatasan tempat, waktu dan jarak, yang pernah kita saksikan?

Bahkan, ada sebagian orang yang jeli dalam melihat peluang ini. Sebut saja, politikus - JOKOWI misalnya.

Bagaimana Presiden ke 7 Indonesia ini pandai dan berhasil memanfaatkan perkembangan dunia informasi yang luas ini.

Masih ingat bukan, bagaimana waktu beliau menjadi seorang walikota solo?

Dengan memanfaatkan media massa, memanfaatkan netizen, dunia digital, membangun 'citra' atau membuat pencitraan dengan mobil SMK nya itu?

Hingga mengantarkan ia menjadi Gubernur DKI?
Bahkan tidak hanya sampai disitu, pada waktu beliau menjadi Gubernur DKI, tentu kita masih ingat bagaimana ia membangun pencitraan, sedikit mengorek rasa simpatik warganegara ditigal (Netizen) dengan penampilan lugu dan merakyat nya itu?

Sekali lagi beliau berhasil mempengaruhi para warga netizen dan akhirnya ikut serta membangun citra beliau. Entah memang 'polos' atau bukan, dengan berani mengatakan "Permasalahan Jakarta Akan Selesai jika Saya jadi Presiden"?

Bukankah demikian?

Yang sebelumnya beliau menarik hati para warga netizen dengan berjanji "Akan menjadi Gubernur sampai akhir periode".

Sangat disayangkan memang, kaum milenial sekarang, tidak dapat lagi membedakan mana yang sungguh-sungguh, mana yang pura-pura.

Saat Dunia Konvensional mulai bergeser, sedikit demi sedikit menapak dan mulai masuk kedalam dunia digital.

Netizen di Negara Lain
Negara yang dulunya sangat tertutup dan bahkan mempunyai "FILTER" yang sangat ketat seperti Republik Rakyat Cina (TIONGKOK) dan Korea Utara, mau tidak mau juga sudah menggunakan jaringan komputer ini.

Walaupun pada akhirnya disensor habis-habisan.

Di Amerika sendiri, netizen sempat dihebohkan dengan adanya pemerintah yang berencana untuk meregulasi internet dengan dalih pemberantasan konten bajakan, dan melindungi hak cipta.

Padahal jika rancangan undang-undang tersebut — SOPA dan PIPA — bakal diwujudkan, dapat merugikan dan bahkan mengekang kebebasan banyak situs-situs di Internet dengan alasan yang tidak masuk akal.

Wikipedia, situs ensiklopedia online terbesar di Internet turut melibatkan diri dalam kampanye tersebut, dengan memblokir laman mereka sendiri selama 24 jam.

Untungnya Netizen langsung tergerak untuk menyuarakan penolakan dengan berbagai kampanye dan inisiatif yang intensif, yang pada akhirnya menyebabkan rancangan tersebut dibatalkan.

Dari contoh diatas,  menunjukkan bahwa netizen mempunyai kekuatan dalam kebebasan mengekspresikan pendapat dan suaranya, yang dapat menimbulkan dampak yang besar pula, bahkan hingga di dunia nyata, dunia konvensional.
Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments