Monday, 9 October 2017

14 Tips Move On dan Berhenti Memikirkan Sang Mantan

Kamu lagi putus cinta??

Kasihaannnn!!!😭

Sakit memang, apalagi bila kamu selalu kepikiran tentang si dia sebelum putus. 

Sudah pasti pikiran kamu akan terus kembali dan kembali lagi pada mantan. 

14 Tips Move On dan Berhenti Memikirkan Sang Mantan

Bagi sebagian orang melupakan dan terus move on, sangatlah mudah, namun demikian sebagiannya lagi tentulah tidak gampang dan semudah yang dibayangkan.


Perasaan yang selalu tertaut kepada mantan serta pikiran yang selalu membayangkan kenangan-kenangan manis bersama sang mantan, mungkin akan terus menghantui, dan pada akhirnya hal itu akan menghalangi proses untuk melangkah maju aka move on.

Entah hubungan tersebut baru berakhir atau sudah lama dan berlarut-larut, namun kamu masih saja sulit untuk melupakannya walaupun telah berlalu selama berbulan-bulan. 

Tapi tunggu dulu, disini Saya hadir...😎..😇

Untungnya, saya mempunyai beberapa nehnik eh..salah tehnik yang saya yakin dapat membantu kamu untuk move on dan berhenti memikirkan sang mantan serta menerima kenyataan pahit bahwa hubungan cinta mu telah berakhir dengan sangat tragisss.😱

Berikut 13 Tips Move On dan Berhenti Memikirkan Sang Mantan :

1. Lepaskan...Lepaskan..Lepaskan Sakit Itu.

Teriaklah..
Menangislah...
Bersedihlah.....

Lepaskan, lepaskan dan lepaskan semua rasa sakit dan sedih itu.

Berakhirnya suatu hubungan percintaan memang terkadang terasa sangat menyakitkan dan memilukan. 

Bahkan hampir serasa seperti kematian orang tercinta.

Ingat, tidak ada yang melarang kamu untuk bersedih, apalagi memarahi kamu. 

Jika memang dengan melepaskan semua kesedihan yang kamu rasa dihati dapat sedikit menenangkan hati mu, maka lakukanlah, bersedihlah, dan menangislah.

Perasaan hati memang tidak bisa dihapuskan begitu saja, bahkan mungkin pada awal-awal kamu merasakan kehilangan itu kamu akan sulit percaya bahwa kamu bisa melewati semua kesedihan itu.

Percayalah bahwa, menghadapi rasa sakit hati tanpa disertai emosi tanpa penilaian apa-apa akan jauh lebih mudah diatasi.

Berhentilah berpikir bahwa kamu bisa lebih kuat dengan menekan perasaan dan pikiran kamu terhadap sang mantan, karena tanpa kamu sadari perasaanmu terhadap si dia hanya akan membuatnya lebih kuat lagi. 

Bahkan mungkin kamu mulai memimpikan sang mantan jika kamu tidak mengizinkan diri mu sendiri untuk mengalami dan menyelami semua emosi, pikiran, kesedihan kamu itu.

Menangislah jika memang kamu menginginkan itu. Kamu akan merasa jauh lebih baik setelah mengeluarkan semua dalam tangisan ketimbang memendam perasaan yang ada..😉

2. Curhat. 

Terkadang kamu hanyalah membutuhkan orang untuk mendengarkan semua kesedihan dan rasa sakitmu itu, bukan untuk mendapatkan saran. 

Walaupun kamu tidak mengerti mengapa semua itu terjadi, mengapa si dia meninggalkanmu, dengan berbicara dan curhat dengan seseorang dapat membantu kamu menerima kenyataan bahwa hubungan mu memang telah berakhir.

Jika kamu merasa kurang nyaman untuk curhat dengan keluarga atau teman dekat, kamu bisa menemui Psikiater untuk mengeluarkan semua keluh kesahmu terhadap apa yang menimpamu...

Namun menemui seorang terapis atau psikiater menurut saya adalah cara terakhir, karena kamu belum "GILA"..😄..(kiding)

Atau mungkin akan sangat membantu jika kamu berpura-pura sedang curhat dengan sang mantan tentang semua kesedihan yang kamu pendam. 

Dengan kata lain, kamu berbicara sendiri seolah-olah ada mantan dihadapanmu, hal ini sangat mungkin akan menciptakan suatu keadaan dimana kamu seakan-akan menciptakan kontak dengan mantan dan pada akhirnya membantu kamu dalam menerima kenyataan.

3. Stop Marah. 

Berhentilah untuk emosi jiwa, marah-marah gak jelas, gak karuan. 😰

Jika kamu terobsesi pada hal-hal yang menyakitkan yang dilakukan sang mantan, yakinlah bahwa kamu tidak akan pernah bisa melupakannya. 

Sebesar apa pun kemarahan yang kamu rasakan, saatnya kamu untuk berhenti menimbang-nimnang pikiran negatif itu.

Saat kamu sedang berusaha mengatasi pikiran yang terkadang secara tiba-tiba terus saja kembali, kamu harus menghadapinya dengan kuat karena itu akan sangat membantu. 

Renungkanlah..bayangkan...mengapa kamu sampai memikirkan hal itu, bagaimana bisa pikiran itu dapat mempengaruhi kamu dan membuatmu menyimpang, dan pengaruh negatif apa yang ditimbulkan dari pikiran itu pada dirimu sekarang ini. 

Semakin kamu mengakui adanya pikiran itu, semakin mudah bagi mu untuk melepaskannya.

4. Jujur kepada diri sendiri. 

Kebanyakan dari orang yang sedang mengalami perpisahan, sering kali membohongi dirinya sendiri tentang alasan mengapa hubungan itu berakhir.

Sangat bagi kamu untuk berlaku jujur pada dirimu sendiri, serta mempertimbangkan secara baik-baik sebahagia apa kamu menjalani hubungan itu dan apa yang membuatnya sampai berakhir. 

Dengan demikian, kamu dapat berhenti menganggap hubungan itu sempurna padahal sebenarnya tidak.

Jujur pada diri sendiri ini juga dapat membantu kamu dalam menyimpulkan dan mempertanyakan apa peranan kamu sendiri sehingga dapat membuat hubungan mu berakhir, sehingga tanpa kamu sadari kamu telah membuang jauh kemarahan yang ada dihati...cieee....😊

5. Cari Bantuan

Jangan pernah beranggapan bahwa putus cinta itu biasa saja.

Putus cinta itu dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental loh, apalagi jika kamu masih memikirkan si dia untuk beberapa bulan kemudian. 

Berdasarkan penelitian, (yang saya sendiri kurang paham dari mana, lupa lagi tapi pernah baca 😂) Putus cinta disinyalir dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatnya risiko penyakit. 

Dari penelitian lebih lanjut, orang yang belum bisa move on dan belum bisa melupakan mantan dalam kurun waktu 16 minggu dapat mengalami perubahan fisik di otak yang mengurangi motivasi, konsentrasi, dan emosi. 

Nah, kalau sudah begini keadaannya, sangat penting bagi kamu untuk mencari bantuan profesional sebelum kesehatan fisik mu benar-benar mulai terganggu.

Disinilah saatnya kamu membutuhkan tenaga profesional seorang psikiater atau terapis, yang akan selalu mendengar keluh kesahmu dan mendorong kamu untuk menghadapi semua perasaan yang ada, serta mengajarkan kamu cara baru dalam menghadapi dan mengatasi rasa sakit karena putus cinta.

6. Ingatlah!!...Lepaskan..Lepaskan..Semua. 

Ada banyak cara yang dapat kamu coba untuk menghentikan pikiran obsesif mu tentang sang mantan. 

Semua cara ini bergantung pada kemampuan kamu dalam mengakui bahwa : bila suatu ketika pikiran tentang sang mantan memasuki benak mu, dan kamu bisa melakukan tindakan tertentu dalam mencegahnya agar tidak kembali lagi.

Tapi kamu harus ingat, cara atau teknik ini hanya boleh kamu gunakan untuk pikiran yang obsesif terhadap mantan. 

Namun jika kamu belum bisa mengatasi perasaan mu dan melepaskan semua rasa sedihmu, kamu tidak seharusnya untuk berusaha menekan pikiran itu.

Caranya yakni :

Kamu bisa mencoba untuk memakai gelang karet di pergelangan tangan dan menggunakannya untuk menjentik tangan kamu setiap kali kamu memikirkan sang mantan.

Kamu juga bisa melakukan cara dengan mencoba menuliskan pikiran-pikiran mu tentang sang mantan di atas selembar kertas, lalu kemudian membuangnya.

Atau bisa juga dengan mencoba latihan visualisasi dengan kata lain "berakting" dengan melakukan suatu adegan yang spesifik setiap kali pikiran tentang sang mantan itu muncul. 

Misalnya: Kamu bisa melakukan atau berakting dengan mengatakan dan mengangkat tangan dengan telapak tangan menghadap kedepan, dan mengucapkan "STOP" dalam upaya untuk mengingatkan diri kamu sendiri untuk berhenti melakukan apa yang sekarang kamu lakukan, yakni memikirkan sang mantan. 

Jika kamu konsisten, asosiasi pikiran mu tentang sang mantan dan keharusan berhenti akan tercipta secara otomatis dengan sendirinya.

7. Hindari kontak dengan mantan. 

Ingatlah bahwa kamu sedang berusaha melupakan semua kisah manis percintaanmu dengan si dia. 

Seandainyapun ada pikiran untuk tetap menjalin hubungan pertemanan dengan sang mantan, kamu harus terlebih dahulu memberikan kesempatan pada diri mu sendiri untuk menjauh dan melupakan semua kisah manismu darinya. 

Kamu harus benar-benar "sembuh" sepenuhnya sebelum kamu benar-benar memulai hubungan pertemanan dan bergaul sebagaimana mestinya dengan seorang teman.

Seandainya saja kamu tidak memberikan kesempatan pada dirimu sendiri untuk memulihkan diri, yakinlah kamu akan terus menganggapnya sebagai pasangan karena ikatan perasaan yang ada dihatimu tidak benar-benar kamu putuskan.

Sebelum kamu benar-benar ingin melanjutkan dengan hubungan perteman dengan sang mantan, ada baiknya kamu pikirkan dulu baik-baik apa alasannya yang dapat membuatmu ingin berteman kembali dengan nya. 

Jika karena kamu merasa takut menjalani hidup tanpa dia, kemungkinan besar alasannya hanyalah cara kamu dalam menghindari kesedihan karena hubungan percintaanmu yang telah berakhir.

Sadarlah bahwa, kebanyakan orang tidak lagi berteman dengan sang mantan setelah putus cinta. 

Janganlah kamu bersusah hati jika merasa ada yang kurang dalam hidupmu, kamu telah melepaskan semua kesedihanmu, ingat!!.. lepaskan.. lepaskan.. lepaskan.


8. Buang semua barang yang berhubungan dengan si dia. 

Jika kamu terbiasa melepaskan rindu dengan melihat jam tangan yang dia hadiahkan atau koleksi Film yang kamu beli bersama, sekarang saatnya ucapkan perpisahan dengan barang-barang tersebut.

Namun jika kamu merasa sayang untuk membuangnya, tidak ada salahnya jika kamu pertimbangkan untuk menyumbangkannya.

Dalam hal ini saya siap menerima semua bentuk sumbangan tersebut....😁

Apalagi foto-foto sang mantan, ini lebih-lebih lagi harus kamu buang.

Jika foto itu kamu pajang disudut meja didalam kamarmu, cobalah untuk menyingkirkannya.

Dan jika foto-foto itu ada didalam album Smartphone atau Komputermu, delete/ hapus, jika perlu FORMAT ulang..🙈

Nah, kalau untuk sumbangan foto mantan, maaf saya tidak menerima sumbangan dalam bentuk itu..hehehehe...😆

Berhentilah mendengarkan musik yang kalian sukai bersama, dan menonton sinetron atau film yang sering kalian saksikan bersama.

9. Jangan mengecek kabar sang mantan. 

Kamu tidak akan pernah bisa berhenti memikirikan sang mantan dan akhirnya kamu bakal gagal move on, jika kamu masih saja stalking akun sosial media si dia.

Atau melihat keadaan dan pembaharuan status diponselmu sepanjang waktu hanya untuk melihat kegiatan mantan.

Jikapun hubungan percintaanmu berakhir tanpa rasa benci, ada baiknya kamu berhenti berteman (unfriend) atau blokir akun sosial media mantan. 

Bisa juga dengan berhenti menanyakan kabar sang mantan dari teman dekat mantan atau teman dekat kamu sendiri yang kenal dengan mantan.

10. Ubah Rutinitas.

Sudah menjadi kebiasaan pasangan kekasih untuk mempunyai suatu rutinitas yang telah menjadi kebiasaan bersama.

Dengan mengikuti rutinitas yang sama setelah hubungan berakhir dapat dipastikan menekankan rasa kesepian dan memicu pikiran mu tentang dia. 

Buatlah rutinitas baru sendiri, daripada makan bakso ditempat favorit bersama yang biasa kalian kunjungi setiap hari minggu, sekarang cobalah dengan makan ditempat baru.

11. Bersosialisasi. 

Cobalah untuk bersosialisasi atau bergaul dengan menghabiskan waktu bersama teman-teman dan keluarga.

Dengan begitu akan sangat membantu kamu untuk lebih memfokuskan pikiranmu pada semua aspek positif dalam kehidupan pribadimu. 

Kamu bisa juga mulai kembali menggeluti hobi dan aktivitas yang sangat kamu sukai, apalagi jika dahulu waktu masih bersama sang mantan, dia melarang kamu untuk melakukannya.

Jika kehidupan sosial dan pergaulan mu hanya berputar-putar disekitar mantan, kamu harus benar-benar keluar dari lingkungan sosial itu dan mencoba lingkungan sosial yang baru. 

Cobalah bergabung dalam suatu klub atau berpartisipasi dalam kegiatan sukarela atau amal dan arisan-arisan agar dapat bertemu dengan orang baru.

Jika sebelumnya kamu selalu mengandalkan dan tergantung mantan dalam mendapatkan sebuah dukungan emosional, saatnya sekarang kamu mengandalkan orang lain yang bukan kekasihmu, bisa teman dekat atau saudara kandungmu.

Yakinlah, kamu akan terkejut dengan besarnya dukungan yang akan kamu dapatkan nanti.

Menyibukkan diri akan benar-benar sangat membantu kamu dalam upaya mu melupakannya lebih cepat. 

Jika disaat kamu sedang sendirian dirumah membuatmu memikirkan mantan secara obsesif, cobalah untuk mencari sesuatu kegiatan untuk dilakukan, seperti nonton bareng teman, kongkow-kongkow dengan teman dan lain sebagainya.

12. Pikirkan Masa Depan. 

Mungkin kamu telah membuat suatu rencana masa depan dengan si dia, dan jika benar demikian, sangat wajar sekali jika sekarang semuanya terasa begitu tidak pasti. 

Berusahalah untuk fokus pada aspek positif dengan mengingat semua hal hebat yang mampu dan akan kamu gapai di masa yang akan datang dan tentu saja tanpa mantan.

Tentu saja yang terpenting adalah, selalu berusaha untuk menikmati hidup mu untuk saat ini. 

Walaupun banyak yang menawakan diri untuk menjalin hubungan dengan kamu, tidak ada salah nya menjalani kehidupan lajang, yang mungkin kamu akan terkejut dengan kesenangan tersendiri yang kamu akan kamu dapatkan dalam ke jombloan kamu itu.

13. Fokus Pada Diri Sendiri. 

Ciptakanlah kebiasaan-kebiasaan yang dapat menyehatkan kamu, dengan begitu yakinlah bahwa itu akan memperbaiki suasana hati mu. 

Juga jangan lupa untuk berolahraga secara teratur serta untuk tidur dan istirahat yang cukup. 

Dengan gaya hidup yang sehat tidak hanya akan membuat kamu merasa senang, tetapi juga sebagai sarana untuk menghindari pikiran akan mantan.

14. Jika Siap, Jalin Hubungan Baru. 

Tidak ada hitungan matematikanya kapan kamu harus memulai suatu hubungan percintaan yang baru.

Jadi lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan jiga semua terasa tepat bagi kamu. 

Jangan pernah menjalin hubungan baru hanya karena kamu tidak ingin sendirian, atau hanya karena kamu ingin melupakan sang manta.

Itu akan berakibat sangat fatal, baik terhadap dirimu sendiri dan juga terhadap pasangan barumu.

Banyak orang yang masih memikirkan mantan walaupun sebenarnya dia sudah memiliki sebuah hubungan yang baru dan sehat. 

Jika sudah demikian, menekan pikiran itu saja tidak akan ada gunanya lagi. 

Lebih baik kamu secara aktif mengganti pikiran itu dengan ingatan tentang betapa besar cinta mu pada pasangan kamu yang sekarang. 

Cinta adalah jalinan emosi yang kuat, yang dapat membantu melawan godaan untuk menghubungi mantan.

Memang semua butuh waktu untuk memulihkan diri setelah putus dalam hubungan percintaan, so...bersabarlah.

INGAT!!! Emosi setelah putus cinta kadang memang sangat kuat, namun jangan pernah sekali-kali kamu mengancam mantan secara verbal atau fisik, atau mungkin mengancam akan melukai diri sendiri untuk membuat dia merasa bersalah. Jika perasaan sakit dan marah setelah putus cinta telah menenggelamkan kamu dan menimbulkan pikiran ingin bunuh diri, cepat-cepatlah untuk curhat dengan seseorang atau cari bantuan profesional dari terapis atau psikiater.
Loading...

No comments:

Post a Comment