10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan Tanpa Mereka Sadari
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan Tanpa Mereka Sadari

10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan Tanpa Mereka Sadari

Baca juga:

Kehidupan adalah merupakan sebuah "keajaiban". Bagaimana tidak, populasi dunia yang saat ini sudah lebih dari tujuh miliar, dan tentu saja itu semua tidak luput dari sebuah proses kehidupan yang dimulai dari sebuah kehamilan.

Penyakit yang Dialami Wanita Hamil dan Melahirkan


Sebuah proses kehidupan yang bermula dari sebuah kehamilan, dan ini hanya bisa dialami oleh manusia paling spesial dan paling hebat didunia yakni Wanita. 

Jika ada yang mengatakan bahwa makhluk paling kuat dan hebat didunia ini adalah laki-laki, maka admin berani mengatakan itu adalah salah besar, tidak ada makhluk yang hebat dan teramat sangat spesial selain wanita. 


Bagaimana mulia dan tingginya kedudukan seorang wanita ini, seorang nabi besar yang menjadi panutan seluruh penganut agama yang perkembangannya sangat pesat saat ini (Islam) yakni Nabi Muhammad Saw, menempatkan seorang wanita dalam kedudukan yang tinggi serta mulia. 

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits (HR Muslim: 3729): “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285), 

“Ada seseorang datang menemui Nabi صلى الله عليه وسلم dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku selayaknya berbuat baik?’ Beliau menjawab, ‘Kepada ibumu!’ Orang tadi bertanya kembali, ‘Lalu kepada siapa lagi? Rasulullah menjawab, ‘Ibumu.’ Kemudian ia mengulangi pertanyaannya, dan Rasulullah tetap menjawab, ‘Kepada ibumu!’ Ia bertanya kembali, ‘Setelah itu kepada siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Kepada bapakmu!'” (Bukhari: 5971, Muslim: 2548)

Begitu tinggi dan mulianya seorang wanita dalam perspektif pandangan Islam, dan bagaimana Islam mewajibkan untuk menjaga dan melindungi serta menghormati mereka.

Evolusi anatomi wanita yang mengalami mestruasi, sudah menempatkan wanita pada sebuah keadaan yang dapat dikatakan sangat langka dan mungkin tidak menguntungkan bagi mereka, dimana seorang laki-laki tidak mengalami evolusi ini.

Belum lagi rincian perjalanan kehamilan yang mereka jalani dan kelahiran seorang anak manusia yang pada awalnya adalah sesuatu yang suram, hingga sampai pada titik dimana ilmu pengetahuan modern membuatnya lebih dikenal dan dipahami secara luas.

Mungkin kebanyakan dari para wanita tidak mengenali dan memahami berbagai keadaan yang dialaminya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh mereka, terlebih lagi bagi kaum pria. 

Atau bahkan mungkin kebanyakan dari laki-laki sama sekali tidak mengetahui akan hal ini, dan seandainya saja mereka mengetahuinya, maka dapat dipastikan mereka akan memahami betapa kuat dan hebatnya makhluk yang disebut sebagai wanita ini.

Menjalani proses kehamilan dan melahirkan serta pasca melahirkan adalah sebuah "keajaiban". Bagaimana tidak, selama menjalani proses ini, tubuh wanita mengalami penyakit dan mengalami banyak sekali perubahan-perubahan yang tidak seperti penyakit-penyakit biasa lainnya. 

Jika pada penyakit biasa lainnya, kita mungkin akan mengembangkan suatu kekebalan dalam tubuh yang dapat membantu kita melawan penyakit itu dikemudian hari, namun tidak pada kehamilan yang terjadi pada seorang wanita. 

Setelah kehamilan pertama, mereka akan mengalami remisi, rentan terhadap pertarungan terhadap penyakit baru yang dapat terjadi kapan saja. Perjalanan kehamilan selama sembilan bulan yang sulit, memberikan kabar buruk bagi mereka bahwa banyak efek dari kehamilan atau pasca melahirkan yang benar-benar tidak pernah bisa hilang.

Jika anda ingin mengetahui bagaimana seorang wanita menghadapi sebuah rincian perjalanan dalam siklus keajaiban hidup yang indah, Anda pasti ingin duduk, sebelum anda melanjutkan untuk membacanya. Karena sebenarnya, kehamilan benar-benar bukan hanya tentang keajaiban hidup yang indah namun juga tentang sebuah wabah yang cukup mengerikan yang terjadi pada tubuh mereka, yang tidak ada bandingannya dengan hampir semua penyakit yang diketahui sains.

#10. Penipisan Pembatas Darah Otak
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan
Otak pada manusia adalah semacam benteng yang tak tertembus. Jaringan pembuluh darah yang rumit mengisolasi otak dari bagian tubuh lainnya, memastikan bahwa nutrisi penting seperti oksigen dapat melewatinya, namun hampir semua hal itu tersumbat. Untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana kegagalan yang terjadi pada sistem ini, anda dapat merujuk pada seseorang yang mengalami "multiple sclerosis", yakni mereka yang memiliki sel darah putih ekstra yang masuk ke otak. Sistem keamanan yang ini dikenal sebagai penghalang darah-otak (the blood-brain barrierBBB).

Para ilmuwan telah menghabiskan banyak waktu dalam usaha menemukan cara untuk mendapatkan obat yang dapat menembus penghalang ini. Untuk memastikan perawatan yang dapat menyelamatkan jiwa seseorang. Mencegah kembalinya kanker, serta penanganan gangguan neurodegeneratif tanpa harus melakukan operasi otak secara harfiah, untuk mendapatkan pengobatan dimana dibutuhkan.

Label peringatan untuk ibu hamil agar menghindari makan, minum, berobat sendiri, atau umumnya memasukkan sesuatu ke tubuh mereka selain tentang pikiran bahagia dan musik klasik biasanya terfokus pada bagaimana janin yang sedang berkembang belum memiliki BBB yang bisa beroperasi sendiri untuk mencegah racun memasuki otak mudanya.

Mengingat betapa aktifnya sistem ini pada manusia sehat, karena hampir semua hal yang memasuki aliran darah berpotensi beracun bagi yang belum lahir (janin). Hal inilah yang menyebabkan mengapa virus Zika merupakan sebuah ancaman serius bagi populasi didunia ini: mungkin berdampak ringan terhadapa orang dewasa sehat, namun menyebabkan kerusakan permanen pada janin.

Hubungan ini tidak satu arah. Selama kehamilan, sistem ini juga berhenti bekerja normal di otak ibu. Untuk membantu janin yang sedang berkembang mendapatkan semua bahan yang dibutuhkannya, nampaknya tubuh ibu mengkompromikan BBB-nya sendiri, membuatnya lebih permeabel dan rentan terhadap intrusi komponen yang tidak penting dalam darah. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa DNA janin dapat bermigrasi ke otak ibu, dan kemudian tinggal di sana tanpa batas waktu, bahkan setelah kelahiran. Fenomena ini, yang dikenal sebagai microchimerism, mungkin tidak berbahaya, namun dalam kasus lain mungkin bertanggung jawab atas pengembangan sejumlah kondisi dan penyakit autoimun di kemudian hari dalam kehidupan ibu. Dengan namanya (secara harfiah: chimera kecil), para ilmuwan jelas cenderung percaya pada hal ini.

Tidak menjadi masalah berapa lama kehamilan itu berlangsung, atau apakah kehamilan itu terhenti lebih awal (keguguran); Karena janin benar-benar hanya seikat DNA dan sel-sel yang membelah dengan cepat, ia mampu menginfiltrasi BBB ibu sejak lama dan menanam DNA asing di otak si ibu seperti sebuah bom waktu. Karena "bom waktu" ini dapat diaktifkan setiap saat setelah kehamilan, sulit untuk menyaringnya atau memperkirakan secara akurat efek apa yang mungkin dialami para ibu dapatkan nanti.

Tentu saja, biarpun kita bisa, mengembalikan keadaan BBB kepada keadaan normal setelah kehamilan, namun tidak mungkin mengobati mikrochimera dengan sesuatu yang kurang invasif selain operasi otak.

#9. Gangguan Hormon Permanen
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Keadaan emosional kehamilan seorang wanita sering kali kita dapati menjadi sebuah bahan lawakan pada sebuah acara situasi komedi di televisi. Sebuah keadaan emosi yang tanpa sadar berfluktuasi, temperamen yang berubah-ubah secara liar ibarat roller coaster, hormon kehamilan telah matang menapakkan jejaknya pada seorang wanita hamil.

Dalam kehidupan nyata, perubahan kepribadian akibat gangguan hormonal selama kehamilan berlangsung sedikit lebih lama dari 20 menit ditambah jeda iklan acara sitkom televisi.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pernah mengalami kehamilan cenderung memiliki daya ingat dan keseluruhan organisasi mental yang lebih baik daripada mereka yang tidak mengalami kehamilan. Hal ini tampaknya terkait dengan dorongan pada sel induk yang berkembang otak dari janin yang sedang berkembang; Saat otak bayi tumbuh, mereka bisa memberi sedikit tambahan neuroplastisitas ke otak ibu juga. Neuroplastisitas adalah kemampuan melatih otak, yang membuatnya lebih mudah untuk mengubah kebiasaan, mempelajari ketrampilan, atau mengadopsi bahasa asing, dan biasanya bertahan di masa dewasa.

Sayangnya, mereka membentuk gelombang kekuatan otak yang lamban, hal ini cenderung meningkat terhadap kondisi neurodegeneratif seperti Alzheimer. Yang lebih membingungkan lagi, restrukturisasi neurologis ini dapat mempengaruhi keseluruhan sistem saraf ibu, mengubah cara tubuhnya merespons pengobatan dan terutama terapi hormon. Hal ini sangat relevan ketika wanita memasuki masa menopause.

Penggantian hormon tidak hanya selama menopause membuatnya menjadi pengalaman yang tidak terlalu berat, hal ini dapat membantu wanita mengurangi keropos tulang dan bahkan kanker rahim. Artinya, jika tubuh mereka belum terlalu terganggu oleh ledakan hormonal yang menyertai kehamilannya.

Mereka mendapatkan kekuatan otak ekstra dalam jangka pendek, namun diujung jalan, kemampuan mereka untuk menanggapi pengobatan atau mengingat nama mereka sendiri bisa hilang.

#8. Sakit Kronis
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Masyarakat modern, dengan berbagai jenis pekerjaan dibalik meja, perjalanan sehari-hari, dan duduk menonton acara televisi, telah memberi kita banyak cara untuk mengalami masalah sakit punggung kronis. Kehamilan mengambil alih semua bahaya dan mekanisme tadi dalam hal memperlambat degenerasi postur tubuh, dan menempatkan mereka ke dalam masa sembilan bulan yang "melumpuhkan".

Tentu saja, tidak mengherankan jika penambahan berat badan dan perubahan fisik yang mendadak yang menyertai minggu-minggu kehamilan berikutnya dapat membuat sedikit ketegangan pada tulang belakang. Yang mengejutkan lagi, banyak ibu-ibu baru mengalami semua perubahan tubuh ini segera-atau kadang-kadang benar terjadi setelah kehamilan.

Sangat jelas terlihat, seorang wanita hamil sangat mudah untuk dikenali, yakni dengan "benjolan" bulat di perut mereka, dimana janin tumbuh. Yang kurang terlihat adalah riam perubahan fisik lainnya yang terjadi untuk mengakomodasi rumpun sel baru ini.

Hormon tertentu, yang membantu disebut relaxin, berperan besar dalam membantu tubuh ibu mempersiapkan diri untuk melahirkan. Seperti namanya, relaxin (rileks, santai) bekerja dengan memberikan ligamen dan jaringan di tubuh untuk melonggarkan, meregangkan, dan rileks. Dalam dosis yang benar, relaxin membantu pelvis dan serviks mendapatkan beberapa elastisitas, sehingga bayi bisa melewatinya tanpa terjebak, yang dapat menyebabkan kerusakan, atau cacat saat keluar (lahir).

Efek dari relaxin jarang terkonsentrasi, inilah sebabnya mengapa ibu hamil sering mendapati kaki mereka terasa besar dan membengkak, sehingga sulit untuk berjalan kaki atau memakai sepatu. Peregangan dan pelonggaran ini juga bisa menyebabkan otot dan jaringan punggung perlahan lepas landas dan berubah bentuk. Ibu hamil mengkompensasi semua ini dengan mengubah postur tubuh mereka, menerapkan gaya berjalan baru, dan melatih tubuh mereka untuk menerima ini sebagai sesuatu hal yang baru dan normal.

Setelah semua ini relaxin menghilang dan kehamilan usai, tubuh wanita memiliki waktu yang sulit untuk kembali ke bentuk aslinya, dan telah mengembangkan ingatan otot baru yang mencegah mereka berdiri tegak dan berjalan dengan langkah asli mereka. 

Ini mungkin hanya asumsi saja, bahwa tubuh mereka menghasilkan jumlah ideal relaxin. Jika terlalu banyak, semua akan mengendor, membungkuk, dan bisa lebih terasa lagi selama kehamilan, dan bahkan lebih lama bertahan sesudahnya. Jika terlalu sedikit, maka seluruh masa kehamilan yang dilewatinya akan disertai dengan rasa sakit yang parah saat tubuh berjuang untuk mempertahankan bentuk asalnya.

#7. Masalah Kulit
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Semua yang relaxin tadi masih belum bisa untuk "membengkakkan" perut yang membuat ibu hamil terlihat "hamil". Jika demikian, maka tentu saja hal itu berarti stretch mark dijamin terbentuk diperut; mereka sulit dicegah, dan tidak mungkin untuk benar-benar dapat menghilangkannya-tidak peduli apa yang ditawarkan oleh perusahaan kosmetik yang untuk anda.

Meskipun ini adalah "fitur kehamilan" yang cukup terkenal, ini jauh dari satu-satunya efek buruk yang tampaknya muncul di kulit.

Wanita hamil sering mendengar pujian bahwa kulit mereka terlihat lebih bercahaya dan bersinar. Sangat menyenangkan memang saat mendengar pujian itu, apalagi disaat kehamilan seorang wanita mengalami fluktuasi hormonal yang turun naik bak roller coster. 

Namun pada kenyataannya, mereka lebih cenderung menunjukkan kloasma, aktivasi melanin mendadak di kulit yang terpapar sinar matahari, membuat bintik dan tahi lalat tampak lebih gelap, dan menyebabkan bintik-bintik kecoklatan muncul, terutama di wajah. Itu terjadi pada sebanyak tiga perempat dari semua wanita hamil. Sering dijuluki dengan "topeng kehamilan." 

Meskipun hal ini seharusnya hanyalah bersifat sementara, namun kenyataannya adalah tidak selalu hilang dengan cepat. Industri kecantikan mungkin saja akan dengan senang hati mengakomodasi keinginan anda, tentu saja itu usaha dan bisnis mereka. Namun dengan segala macam perawatan kimia dan perawatan laser yang dilakukan, itu lebih berbahaya daripada manfaat yang didapatkan dalam mengatasi masalah kloasma ini.

Kemudian selalu ada peluang "papula urtikaria pruritus" dan "plak kehamilan", juga dikenal sebagai PUPP dan "ruam kehamilan". Tidak seperti kebanyakan efek samping ini, PUPP tidak memiliki banyak efek fisik selain gatal, namun secara rutin mengkhawatirkan wanita atas penampilannya. 

Tentu saja, ketakutan itu mungkin ada kaitannya dengan fakta bahwa PUPPs juga dapat menyamarkan kejadian kondisi kulit lain yang lebih serius, mulai dari infeksi virus hingga kudis.

PUPPs adalah kondisi umum yang umumnya dapat dikenali oleh dokter dengan hanya melihatnya saja, tanpa harus melakukan pengujian. Hal ini menjadikannya penghasut besar untuk hipokondria di kalangan wanita hamil. 

#6. Gangguan Metabolik
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Ciri lain kehamilan adalah ancaman ganda "morning sickness" dan "kecanduan makanan secara spontan" (atau, dalam beberapa kasus, pseudo-food cravings).

Lebih dari 90 persen wanita hamil akan mengalami beberapa tingkat morning sickness, pada beberapa kasus, mual yang terus berlanjut sebenarnya adalah hiperemesis gravidarum: muntah begitu kuat dan tanpa henti sehingga pasien mulai mengalami penurunan berat badan, mengalami dehidrasi, dan berpotensi membahayakan jiwa.  

Bahkan di antara wanita sehat, adalah kemungkinan untuk berkembangnya diabetes gestasional, yakni diabetes yang berkembang selama masa kehamilan. Menciptakan rangkaian masalah kesehatan untuk ibu dan janinnya, dan menempatkan keduanya pada risiko pengembangan yang meningkat ke diabete tipe II secara permanen. 

Gestational diabetes biasanya berkurang setelah kehamilan, namun seringkali akan menyebabkan gangguan kronis pada metabolisme glukosa wanita, dan tidak sampai didiagnosis sebagai diabetes, namun cukup signifikan dan memerlukan perawatan medis dan manajemen makanan.

Lalu ada preeclampsia. Kondisi ini nampaknya terlihat sederhana seperti hipertensi, atau tekanan darah tinggi, yang menyertai atau mengikuti kehamilan. Sementara dokter telah menyadarinya selama hampir dua abad, mereka masih belum dapat mengetahui penyebabnya. 

Tampaknya berkorelasi dengan diabetes gestasional, tapi juga dikaitkan dengan kekurangan vitamin D dan paparan sinar matahari. Yang mana tentu saja, terlalu banyak paparan juga cenderung memacu chloasma.

Hipertensi tidak terlalu penting bagi ibu hamil atau bayi pada mulanya, namun seiring dengan meningkatnya tekanan darah, konsentrasi protein dalam aliran darah, hambatan darah-otak. Anda mungkin ingat, yang dimaksudkan dengan menyaring protein sebelum darah mencapai otak, namun mengingat pada fungsi BBB selama kehamilan, ini tidak bekerja dengan benar. Preeklampsia dapat lulus dengan eklampsia penuh, yang ditandai dengan kejang dan seringnya sangat mematikan.

Sebagai alternatif, protein pengatur dalam darah dan hipertensi mungkin tidak termanifestasi, dan preeklamsia justru akan mengubah kepalanya dalam bentuk sindrom HELLP, yang meliputi: Hemolisis (sel darah merah mulai rusak), enzim Hati yang meningkat, dan Rendah Jumlah trombosit (darah tidak akan menggumpal dengan benar). Ini semua dimulai pada hampir semua gejala kehamilan lainnya, seperti: kelelahan, mual, nyeri yang membuat sulit untuk diidentifikasi. Hal ini dapat meningkat menjadi gangguan pendarahan, ini sangat mematikan terutama jika hal ini tidak terdeteksi sebelum melahirkan. 

Secara mengejutkan, faktor risiko komplikasi metabolik utama mencakup hampir semuanya: ini menjadi kehamilan pertama wanita tersebut, dan juga kehamilan kedua atau lebih; riwayat gangguan makan seperti anoreksia, serta obesitas. 

#5. Siklus Tidur Hancur
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Orang-orang di seluruh dunia mengalami hal kurang tidur, tapi bukti yang berkembang menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih kurang tidur daripada pria. Bahkan tanpa menambahkan faktor anak-anak atau kehamilan, tingkat estrogen wanita meningkat, dan fluktuasi hormon siklis yang menyertai siklus menstruasi mereka berarti ritme sirkadian mereka di bawah rata-rata.

Semua komplikasi dan fitur kehamilan di atas - perubahan metabolik, rasa sakit yang terus-menerus, ledakan hormonal (yang membuat wanita lebih sulit untuk mengurangi keinginan mereka untuk buang air kecil, terutama ketika mereka mencoba untuk tidur) - membuat mereka kurang beristirahat pada hiatus sembilan bulan.

Akhirnya setelah melahirkan dan memiliki anak di rumah sama sekali tidak banyak membantu, karena siklus makan bayi, menyusui, dan menangis yang tidak teratur, bersama dengan beberapa hormon residu yang menyusut pada saraf ibu-memastikan bahwa siklus tidur wanita selalu jauh dari harapan.

Kehamilan dan keibuan terus mengaburkan batas antara insomnia dan kekurangan tidur, dan bahkan bagi wanita dalam kesehatan yang sempurna, ini menjadi faktor risiko untuk setiap komplikasi kehamilan lainnya, seperti gangguan mood, cedera akibat kecelakaan, dan sebagainya.

#4. Masalah Buang Air
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Sebenarnya tidak ada cara yang bagus untuk mengatakannya-yang mungkin mengapa begitu banyak waktu, tidak ada yang mengatakan apapun, dan ibu baru mengetahui dengan cara yang sulit:

Tidak peduli bagaimana sang ibu melahirkan-tentu saja, atau dengan C-section-dia akan memiliki beberapa masalah buruk.

Operasi caesar (C-section) adalah prosedur di mana bayi dikeluarkan dari perut ibu, bukan dilahirkan secara alami. Ini telah menjadi bentuk operasi pembedahan yang paling umum di dunia, karena lebih dari sepertiga dari semua kelahiran di Amerika Serikat melalui bagian C. Hal ini juga benar-benar tidak perlu banyak waktu, namun ibu sering menyerah di bawah tekanan terus-menerus untuk memilih untuk menjalani operasi.

Meskipun c-section dimaksudkan untuk menjadi jalur untuk menghindari kehamilan dan persalinan berisiko tinggi, dengan melewati persalinan per vaginam sepenuhnya, mereka masih sering menyebabkan beberapa bentuk inkontinensia: yaitu, ibu tidak lagi memiliki pilihan kapan atau dimana kandung kemihnya mengevakuasi . Dalam kasus pengiriman C-section, ada risiko laserasi organ dalam, termasuk berbagai bagian saluran pencernaan, serta kandung kemih, rahim, dan semua organ reproduksi (jelas, itulah C- Bagian untuk-sebagai komplikasi, laserasi jenis ini tidak disengaja melampaui apa yang dibutuhkan).

Melakukannya dengan cara kuno, tentu saja, melibatkan banyak tekanan tegang dan pelvis, yang selalu menyebabkan ibu membersihkan usus dan rahimnya pada waktu bersamaan. Justru karena hampir semua persalinan per vaginam melibatkan buang air besar, umumnya tidak mendapat perhatian: staf medis siap untuk meraup bea kirim segera keluar dari jalan untuk membersihkan zona pendaratan bagi bayi yang baru lahir, dan ibu begitu asyik sehingga dia sangat mungkin "tidak menyadari bahwa hal itu terjadi".

Dia mungkin akan memerhatikannya dalam minggu-minggu setelah melahirkan, namun saat dia menemukan dirinya sedang menginjak popok untuk mengatasi inkontinensia yang terus-menerus. Itu benar: Bukan hanya bayi yang membutuhkan popok. Sebagai alternatif, semua ketegangan dan trauma (bedah dan juga alami) yang menyertai kedua jenis persalinan juga dapat menyebabkan sfingter mogok, dan konstipasi terjadi pada saat persalinan. Bergantung pada tingkat keparahannya, ini bisa diatasi dengan sesuatu yang tidak berbahaya seperti jus prune dan sereal berserat tinggi, atau obat penawar supositoria, dan selebihnya olahraga.

Meski masih diberi makan melalui tali pusar dan tidak bisa "buang air besar" dalam arti penuh, mungkin janin mengevakuasi sistem pencernaannya saat masih berada di rahim. Kotoran janin ini-yang dikenal sebagai mekonium-dilepaskan ke cairan amnion yang tersuspensi di dalam rahim. 

Karena janin tidak mengambil nafas pertamanya sampai setelah keluar dari rahim ibunya, ia bisa berisiko mengalami aspirasi mekonium, yang secara harfiah tersedak kotorannya sendiri sebelum ia lahir. Stres yang dialami ibu hamil dapat merangsang janin untuk melewati mekonium - apapun dari aktivitas yang berlebihan sampai syok yang ekstrem. Karena persalinan per vaginam cukup baik memenuhi kedua definisi tersebut, lazim bagi mekonium untuk dipulangkan saat kelahiran, yang sementara tidak menyenangkan, membuat janin berisiko rendah mengalami aspirasi.

#3. Trauma Emosional
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Jelas, kehamilan dan persalinan adalah pengalaman yang sangat ekstrem. Sebanyak satu dari setiap empat kehamilan yang diketahui berakhir dengan keguguran, juga dikenal sebagai aborsi spontan. Penyebabnya berkisar dari masalah gaya hidup (penggunaan narkoba, diet, dan sebagainya) sampai masalah yang sebelumnya tidak diketahui dengan sistem reproduksi ibu, hingga respons sistem kekebalan yang mengakhiri masa kehamilan embrio muda.

Tingkat keguguran diperkirakan setinggi satu dari tiga kehamilan. Semua statistik ini membedakan keguguran dari kematian dari melahirkan, yang pada dasarnya adalah ketika masalah yang sama mengakhiri kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau lebih. 
Identitas perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia bisa sangat terpenuhi dalam persalinan dan sukacita untuk melahirkan anak. Dengan demikian, keguguran bisa menjadi sumber trauma, dan depresi yang dirasakan.

Ibu yang sehat yang berhasil melahirkan bayi yang sehat masih berisiko mengalami depresi pasca melahirkan, kondisi serius yang namanya dikenal dengan baik, namun sifatnya kurang dipahami. Gangguan postpartum dapat bermanifestasi sebagai kecemasan dan perilaku kompulsif obsesif, sering berkisar seputar keamanan dan kesejahteraan bayi baru lahir. 

Hal ini juga dapat terbentuk sebagai bentuk depresi yang lebih khas, yang melibatkan kesedihan yang ekstrem, rasa keterasingan, keputusasaan. Sekali lagi, karena harapan ideal untuk kehamilan dapat mendominasi identitas wanita, gejala pasca melahirkan dapat melibatkan rasa bersalah yang luar biasa, rasa gagal menjadi seorang ibu, atau ketakutan bahwa bagaimanapun, Anda tidak memenuhi peran Anda sebagai seorang ibu.

Depresi pasca melahirkan tidak seluruhnya merupakan hasil sosialisasi. Penelitian yang sedang berlangsung mengeksplorasi peran faktor genetik dalam menyebabkan gangguan tersebut, dengan harapan memberikan perawatan yang lebih baik kepada ibu yang menderita.

Kira-kira 10 persen dari semua wanita akan mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD) di beberapa titik dalam kehidupan mereka, dan penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani kehamilan berisiko tinggi mengalami gejala inkubator PTSD. Hal ini dapat mengakibatkan segala macam komplikasi selama dan setelah kehamilan, yang terjadi pada ibu dan anak. 

Ada juga bukti kuat yang menunjukkan bahwa trauma ekstrem dapat dicantumkan pada DNA dan diteruskan dari ibu ke anak; korban selamat dari sebuah bencana terbukti telah mentransmisikan jejak genetik pengalaman mereka kepada anak-anak mereka.

#2. Trauma Obstetrik
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Apapun pendapat Anda tentang peringatan pemicu, pertimbangkan ini kesempatan terakhir untuk menghindari belajar hal-hal yang tidak dapat Anda lupakan.

Semua wacana scatalogic disamping, persalinan manusia adalah proses yang berantakan, sama-sama cenderung menindas ibu secara fisik dan emosional.

Meskipun alasan fisiologis dan historisnya tidak jelas, intinya adalah bahwa manusia telah berevolusi untuk memiliki kepala yang lebih besar, memiliki tulang panggul yang cukup besar untuk mengakomodasi mereka. Secara berbeda: kepala bayi umumnya terlalu besar untuk bisa masuk melalui saluran kelahiran ibu mereka.

Dalam beberapa kasus, perbedaan relatif ini begitu ekstrem, sama sekali tidak ada alternatif pengiriman C-section. Bagi orang lain, itu berarti persalinan yang panjang, lambat, dan menyakitkan - rata-rata lebih dari sembilan jam - yang kemungkinan akan menghasilkan salah satu dari dua bentuk trauma obstetrik yang khas.

Pertama: merobek vagina. Tekanan kepala bayi raksasa terhadap lubang vagina kecil tidak bisa berlanjut tanpa satu sisi memberi jalan, dan sisi itu hampir selalu merupakan strip kulit (area perineum) yang menghubungkan vagina dengan anus. Ibu yang melahirkan pertama kali memiliki peluang 95 persen untuk setidaknya beberapa robek yang terjadi saat persalinan.

Terkadang, tentu saja, kekuatan tumpul bayi tidak cukup untuk menerobos. Saat itulah dokter kandungan kebidanan Anda yang ramah akan mengiris vagina Anda secara manual, sebuah prosedur yang dikenal sebagai episiotomi, yang dengan pembedahan mengoyak kulit perineum dan membiarkan bayi baru lahir meluncur melalui tirai kelamin yang compang-camping.

Alternatif (atau efek samping yang tidak dapat dihindari) pada semua deru dan pendarahan pada persalinan alami adalah luka pada tulang ekor ibu. Meskipun ini sering digambarkan sebagai rekahan atau memar tulang ekor, secara efektif lebih seperti dislokasi yang disebabkan oleh bayi dalam perjalanan keluar.

Seperti yang bisa diharapkan, periode pemulihan berikutnya sering memerlukan inkontinensia (dan lebih banyak popok) serta hilangnya hasrat seksual. Hanya memerlukan waktu beberapa minggu untuk laserasi perineum paling awal (insidental atau manual) untuk sembuh, walaupun beberapa orang memerlukan jahitan untuk menahannya sampai kulit bisa tumbuh kembali.

Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya, ada prolaps organ panggul.

Bayangkan memakai sarung tangan lateks, lalu coba keluarkan. Kira-kira separuh waktu, Anda akan menemukan sarung tangan menempel ke tangan Anda dan mengubah setidaknya sebagian dari dalam saat Anda melepaskannya.

Sekarang bayangkan tangan Anda adalah bayi, dan sarung tangan itu adalah vagina.

Artinya, satu jari sarung tangan itu adalah vagina; Yang lainnya berpotensi menyebabkan kandung kemih, rahim, rektum, atau usus. Dan mereka mungkin tidak semuanya melompat keluar saat Anda melepaskan tangan / bayi Anda; salah satu dari mereka bisa muncul dari pembukaan yang terbentang kapan saja, bahkan 20 tahun setelah persalinan awal.

Seperti yang Anda duga, catatan sejarah tentang kejadian ini setua manusia itu sendiri, namun kesadaran umum akan hal itu sangat rendah. Karena membuat topik pembicaraan yang tidak nyaman, para ahli memperkirakan bahwa tingkat kejadian aktual jauh lebih tinggi daripada tingkat pelaporan - yang sudah lebih dari 50 persen dari semua ibu.

#1. Momnesia
10 Penyakit Yang di Alami Wanita Hamil dan Melahirkan

Berapa banyak penyakit yang memiliki kemampuan untuk membuat Anda lupa betapa dahsyatnya melahirkan, sehingga Anda terdorong untuk mengalaminya lagi? Nah, itulah kejeniusan sekaligus kengerian yang disebut dengan reproduksi manusia.

Sebenarnya, beberapa bukti menunjukkan bahwa kehilangan ingatan jangka pendek adalah ciri bahkan tahap awal kehamilan - oleh karena itu ungkapan, "otak hamil" atau "otak bayi" mengacu pada penyimpangan memori yang berhubungan dengan kehamilan.

Literatur lain mengacu pada "halo effect", yaitu ketika ibu dari waktu ke waktu mulai mengingat kembali rasa sakit karena persalinan, dan kegembiraan menjadi ibu, sensasi melihat bayinya yang baru lahir, atau ciri positif lainnya dari persalinan lebih banyak. 

Hal ini diperdebatkan apakah ini adalah hasil dari kejadian hormonal setelah melahirkan, atau hanya kesalahan kognitif yang diungkapkan dalam konteks persalinan. Ini adalah bagian dari alasan aktivitas menyusui dan ikatan ibu lainnya. Meskipun demikian, hal itu dapat membantu memicu pelepasan hormon yang terkait dengan kebahagiaan, sosialisasi, dan pembentukan hubungan.

Ada bukti lain bahwa masalah ingatan bisa menjadi efek samping depresi pasca melahirkan, walaupun ini tidak sepenuhnya terbatas pada kenangan akan rasa sakit persalinan.

Apapun penyebab spesifiknya, penelitian telah berulang kali menunjukkan bahwa untuk sebagian besar ibu, penilaian individu tentang kenangan akan rasa sakit saat melahirkan turun seiring berjalannya waktu. 

Seolah-olah mengalami semacam sindrom Stockholm biologis yang membuat mereka berbicara tentang betapa bersyukurnya mereka melahirkan.

Sumber: TopTenz
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments