Dokter: "Rasa Nyeri Haid = Nyeri Serangan Jantung? Netizen pun Bereaksi!
Dokter: "Rasa Nyeri Haid = Nyeri Serangan Jantung? Netizen pun Bereaksi!

Dokter: "Rasa Nyeri Haid = Nyeri Serangan Jantung? Netizen pun Bereaksi!

Baca juga:

Sakit perut saat haid apakah berbahaya? Nyeri haid berlebihan (dismenore) apa sebabnya? 

Itulah penggalan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh hampir semua wanita didunia ini. Setiap bulannya, semua wanita pasti mengalami yang namanya masa menstruasi (haid). Haid adalah merupakan salah satu fakta kehidupan yang paling mendasar.

Rasa Sakit yang Dialami Wanita Ketika Haid


Nyeri haid yang dialami wanita, seringkali menjadi penderitaan yang sangat jarang dibicarakan dan diungkapkan oleh mereka. Karena terlalu banyak wanita yang menderita, meringis kesakitan atas penderitaan nyeri haid yang mereka alami dalam kesunyian dan kesendirian mereka.

Hingga tidak jarang banyak dari mereka mencari-cari dan mencoba-coba sendiri dalam menghilangkan dan mengurangi rasa sakit yang mereka derita ketika periode bulanan mereka datang.

Sampai-sampai terkadang mereka rela untuk mencoba menggunakan obat tradisional nyeri haid hanya untuk sekedar mengurangi penderitaan yang mereka alami setiap bulannya.

Saking banyaknya pembicaraan tentang nyeri haid ini, yang sebagian besar dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tertutup dan hanya untuk kalangan mereka sendiri karena masih menganggap ini adalah merupakan hal yang taboo untuk dibicarakan, hingga ada yang bertanya "tidak nyeri saat haid normalkah?"

Sekarang sudah saatnya kita lebih membicarakan dan membahas tentang rasa sakit bulanan yang dialami oleh hampir semua wanita didunia ini secara lebih terbuka.

Pada akhirnya, orang-orang pun mulai membicarakan tentang rasa sakit dan nyeri saat haid ini, sesuatu yang kita, sebagai masyarakat, masih belum benar-benar memahami atau mengenalinya. Rasa sakit ketika menstruasi, seperti halnya kesehatan reproduksi wanita secara umumnya, masih kurang mendapat perhatian dan kurang diteliti, dan sering kali disalahpahami, serta masih dianggap tabu bagi sebagian yang lainnya.

Benar sekali, rasa nyeri yang dialami oleh wanita saat hadi itu - PENDERITAAN. Bukan rasa sakit seperti sakit gigi, sakit kepala atau berupa ketidaknyamanan dan yang lainnya, tapi rasa sakit yang sangat serius. 

Dismenore, istilah klinis untuk menstruasi yang menyakitkan, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Dan ini dialami oleh sekitar satu dari lima wanita, menurut American Academy of Family Physicians. 

Frank Tu, direktur "gynecological pain" di NorthShore University HealthSystem, mengatakan beberapa dokter diajari bahwa ibuprofen "seharusnya sudah lebih dari cukup untuk mengatasi itu."  Jelas, ini bukanlah respons yang memadai terhadap rasa sakit yang parah tersebut. 

Seberapa parahkah? John Guillebaud, seorang profesor kesehatan reproduksi di University College London, mengatakan bahwa pasien telah menggambarkan rasa sakit atau nyeri yang dialami wanita pada saat periode bulanan (haid) mereka sebagai "hampir sama sakitnya dengan serangan jantung."

Namun, penelitian mengenai kondisi ini, dan kata para ahli, terlalu banyak dokter yang meremehkan tentang gejala dan nyeri haid yang sering dikeluhkan kepada mereka.

Sebagaimana seorang pembaca menuliskan surat kepada Quartz Media mengatakan:

"Selama dua tahun terakhir ini, masa menstruasi saya terasa sangat parah dan menyakitkan. Saya berbicara dari pengalaman, setelah memiliki dua keadaan yang benar-benar menyakitkan dan membuat saya menderita, dokter sangat yakin bahwa saya akan mendapatkan untuk yang ketiga kalinya, karena itu saya dirujuk untuk mendapatkan MRI. 

Setiap bulan saya menghabiskan berjam-jam berbaring di lantai, tidak bisa bergerak, dan benar-benar menangis kesakitan. Otot pinggul dan punggung saya menjadi jenuh, sehingga tubuh saya terpelintir dalam bentuk S yang berkontraksi setiap kali saya berdiri - sebuah kondisi yang tidak hilang saat pendarahan saya mulai berhenti, namun harus diobati dengan kunjungan ke fisioterapis setiap empat minggu.

Sebelum melakukan pemindaian MRI, saya memberi tahu dokter utama saya bahwa rasa sakit itu sepertinya dipicu oleh menstruasi saya.

Dan dia menganggap itu tidak relevan dan mengabaikan pendapat saya. Kemudian, ketika scan menunjukkan semuanya ada di tempatnya, spesialis tersebut mengatakan bahwa rasa sakit saya mungkin terjadi karena peradangan saraf - hanya satu dari hal-hal yang menyakitkan yang mungkin dialami seseorang dengan riwayat seperti saya dari waktu ke waktu. 

Sekali lagi, matanya berbelok ke samping dan dia melambaikan tangannya dengan tidak hormat saat aku bertanya apakah itu bisa dihubungkan dengan siklus haid ku?

Perhentian berikutnya adalah ginekolog, yang memberi saya ultrasound, mengatakan kepada saya bahwa semuanya tampak normal, dan setelah berjanji untuk ditindak lanjuti ketika saya mengatakan bahwa saya masih sakit, saya menyarankan agar saya mengambil kontrol kelahiran tanpa jeda (gagasan bahwa saya akan melakukannya berhenti memiliki haid sama sekali). 

Ketika saya bertanya tentang risikonya, dia mengatakan kepada saya bahwa ini bisa menyebabkan penggumpalan darah dan peningkatan risiko kanker payudara - tapi satu dari delapan wanita terkena kanker payudara, jadi saya seharusnya tidak terlalu khawatir.

Pil yang terus menerus tanpa henti saya konsumsi, atau jika tidak rasa nyeri akan menyertainya. Saat saya berbicara dengan dokter, saya menyadari bahwa saya memiliki semua gejala endometriosis - suatu kondisi yang tidak dapat didiagnosis dengan ultrasound, namun hanya dengan laparoskopi bedah.

Untuk saat ini, tanpa diagnosis resmi, rasa sakit bulanan saya adalah sesuatu yang misterius. Tapi begitu saya mulai membicarakan rasa sakit saat haid, saya belajar bahwa saya bukan satu-satunya yang menghadapi ketidaknyamanan dan kebingungan ini. 

Sekitar setengah lusin teman mengatakan kepada saya bahwa mereka memiliki pengalaman yang sama buruknya, dilanda rasa frustasi - bahwa mereka telah didorong untuk mengendalikan kelahiran tanpa batas waktu, telah meminta Prozac untuk menghadapi depresi depresi bulanan mereka, menderita melalui migrain dan bahkan muntah kapanpun ketika mereka menstruasi. 

Gejalanya beragam, tapi semua cerita nya memiliki satu kesamaan: "tidak ada yang bisa mendapatkan jawaban yang jelas dari dokter mereka".

Begitu hebat rasa nyeri saat haid yang dihadapi oleh wanita, namun begitu sedikit yang diketahui tentang suatu kondisi yang mempengaruhi 20% wanita sampai-sampai mereka tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari mereka.

Mengapa dokter menganggap nyeri haid wanita kurang serius? 

Mengapa wanita ditinggalkan dengan sedikit pilihan, tapi tetap diam, minum obat penghilang rasa sakit dan melanjutkannya? 

Apakah akan ada lebih banyak penelitian dan pemahaman akan hal ini?

Apakah pria juga harus menghadapinya, baru akan ada penelitian serius akan hal ini?

Ada hubungan linguistik dan sosial yang begitu dalam antara rahim dan reaksi emosional wanita, bahkan kata 'histeria' sendiri berasal dari kata Yunani untuk "rahim". 

Jadi jika keadaan akan berubah dalam waktu dekat, kita benar-benar perlu mulai membicarakan masa menstruasi, menormalkannya dan meminta dokter untuk mulai menganggapnya lebih serius.

Ketika John Guillebaud, seorang profesor kesehatan reproduksi di University College London, mengatakan bahwa pasien telah menggambarkan rasa sakit atau nyeri yang dialami wanita pada saat periode bulanan (haid) mereka sebagai hampir sama sakitnya dengan serangan jantung, jutaan wanita menganggap ini berita lama, dan mereka beralih ke media sosial untuk berbagi cerita tentang rasa sakit yang mereka derita. 

Bagaimana mungkin, sebuah rasa sakit yang disamakan dengan rasa sakit serangan jantung tidak mendapatkan tempat tersendiri untuk dilakukan penelitian serius sebagaimana dengan penyakit-penyakit lainnya yang dihadapi oleh manusia?

Berikut ini reaksi netizen awam, ketiak mencuatnya perumpamaan nyeri haid yang dialami wanita sama hal nya dengan rasa sakit ketika terkena serangan jantung.

Dan bagaimana menurut anda sendiri? bagikan pengalaman dan pendapat anda di kolom komentar kami. 

nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung

nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung
 image: boredpanda
nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung


nyeri hadi sama dengan serangan jantung

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments