Apa itu Hoax? Jenis-jenis Hoax dan Contoh Hoax!
Apa itu Hoax? Jenis-jenis Hoax dan Contoh Hoax!

Apa itu Hoax? Jenis-jenis Hoax dan Contoh Hoax!

Apa itu Hoax? 

Pemberitaan palsu, berita bohong atau dalam bahasa Inggris disebut "hoax" adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, dibuat seolah-olah benar, yang pada kenyataannya adalah palsu belaka. Hoax, tidak tidak sama dengan rumor, ilmu semu, maupun April Mop. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ‘hoax’ adalah ‘berita bohong. Dalam Oxford English dictionary, ‘hoax’ diartikan sebagai ‘malicious deception’ atau ‘kebohongan yang dibuat dengan tujuan jahat’, bukan diartikan sebagai ‘berita yang tidak saya sukai’.

‘Hoax’ atau ‘fake news’ bukanlah hal baru, hoax sudah banyak beredar sejak jaman dulu, bahkan dulu hoax menjadi salah satu cara untuk merebut kekuasaan, dan merupakan salah satu cara untuk menginvasi suatu negara. 
pengertian jenis contoh hoax

Sebelum zaman internet, ‘hoax’ bahkan lebih berbahaya dari sekarang karena sulit untuk diverifikasi, bahkan sedikitnya tercatat ada 7 Berita Hoax Penyebab Perang di Dunia

Pengertian Hoax


Dengan demikian hoax dapat diartikan dengan Pemberitaan, atau Berita Palsu/ Bohong yang memiliki tujuan untuk memperdaya, menipu serta bertujuan jahat kepada masyarakat banyak. 

Agar kita tidak mudah terpedaya oleh hoax atau berita palsu, ada baiknya kita mengenal beberapa jenis hoax, seperti yang kami lansir dari rappler yakni:

Jenis jenis Hoax


1. Hoax proper


Hoax dalam definisi termurninya adalah berita bohong yang dibuat secara sengaja. Pembuatnya tahu bahwa berita itu bohong dan bermaksud untuk menipu orang dengan beritanya.

2. Judul heboh tapi berbeda dengan isi berita


Kebiasaan buruk banyak netizen adalah hanya membaca headline berita tanpa membaca isinya. Banyak beredar artikel yang isinya benar tapi diberi judul yang heboh dan provokatif yang sebenarnya tidak sama dengan isi artikelnya.

3. Berita benar dalam konteks menyesatkan


Kadang-kadang berita benar yang sudah lama diterbitkan bisa beredar lagi di sosial media. Ini membuat kesan bahwa berita itu baru terjadi dan bisa menyesatkan orang yang tidak mengecek kembali tanggalnya

Apa saja konsekuensi membuat dan menyebarkan berita menyesatkan?
  • Membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok tertentu
  • Menyusahkan atau bahkan menyakiti secara fisik orang yang tidak bersalah
  • Memberikan informasi yang salah kepada pembuat kebijaksanaan

Lalu, kiat-kiat apa saja untuk menghadapi hoax?
  • Rutinlah membaca berita dari media yang well-established dan dihormati.
  • Orang yang paling rentan hoax adalah orang yang jarang mengonsumsi berita.
  • Kalau suatu berita kedengarannya tidak mungkin, bacalah dengan lebih teliti karena seringkali itu karena memang itu tidak mungkin.
  • Jangan share artikel/ foto/ pesan berantai tanpa membaca sepenuhnya dan yakin akan kebenarannya.
  • Cross-cek Berita apakah itu fakta atau hoax belaka.

Dari definisi dan jenis hoax diatas, timbul pertanyaan apakah berita-berita yang disajikan dengan wah dan berlebihan dan disebarkan dengan masif namun ternyata tidak ada satupun dari berita tersebut menjadi suatu kenyataan juga termasuk hoax?

Seperti contoh dibawah ini:

Apakah ini termasuk hoax?


1. Jokowi Janji Merebut Kembali (Membeli) Indosat dari Tangan Asing


Presiden Jokowi berjanji untuk membeli kembali (buy back) saham PT Indosat yang dijual ke perusahaan asing pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Janji ini pernah ditagih oleh anggota Komisi XI DPR Willgo Zainar di sela-sela Rapat Kerja Komisi XI dengan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, di Gedung DPR RI, Rabu (28/1/2015).

Saat ini, Indosat dikuasai perusahaan asal Qatar, Ooredoo Asia Pte Ltd, dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen, pemerintah Republik Indonesia 14,29 persen, perusahaan Amerika Serikat Skagen sebesar 5,42 persen, selebihnya 15,29 persen dimiliki publik.

2. Jokowi Janji Tidak Bagi-Bagi Kekuasaan


Jokowi berulangkali menegaskan tidak akan bagi-bagi kekuasaan jika terpilih menjadi Presiden RI. Hal itu ditegaskan Jokowi di berbagai kesempatan saat masih kampanye Pilpres 2014 lalu.

Faktanya, semua parpol pengusung dan pendukung Jokowi-JK mendapat jatah menteri. Bahkan, Jokowi juga memberikan jatah menteri kepada partai yang belakangan menyatakan mendukung pemerintah, seperti Partai Golkar.

Tak hanya itu, Jokowi juga menunjuk sejumlah mantan tim suksesnya, masuk ke dalam struktur pemerintahan. Padahal, Jokowi pernah berjanji tidak akan bagi-bagi jabatan dan membuat kabinetnya ramping.

Pengamat hukum tata negara sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma), M. Imam Nasef mengatakan pengisian sejumlah orang dekatnya ke dalam lembaga negara sudah jelas terlihat bagi-bagi kekuasaan. Jokowi telah melanggar janjinya saat kampanye dulu. Publik juga telah dibohonginya karena berjanji akan membuat kabinet yang ramping. (11/1/2015).

3. Jokowi Janji Tidak Menaikkan Harga BBM


Sejak Oktober 2014, Jokowi sudah enam kali melakukan perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pada November 2014, Jokowi menaikkan harga BBM, lalu diturunkan pada Januari 2015. Harga BBM kembali turun pada pertengahan Januari 2015. Awal Maret 2015, harga BBM kembali naik. 

hoax bbm tidak akan naik

Di penghujung Maret 2015, harga BBM dinaikkan lagi. Selanjutnya, pada pertengahan Desember 2016, harga BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Dexlite kembali dinaikkan.

Dan selama tahun 2018, harga bbm telah 3 kali mengalami kenaikan, yakni pada 13 Januari 2018, 20 Januari 2018, dan terakhir pada tanggal 24 Februari 2018. 

Celakanya lagi, kenaikan harga BBM di era Jokowi ini, dilakukan tanpa pengumuman terlebih dahulu, jadi seolah-olah terkesan kenaikan BBM ini memang sengaja dibuat diam-diam.

Dapat dilihat dari gambar cuplikan berita kompas diatas, kenaikan tanggal 24 Februari 2018, beritanya baru muncul tanggal 26 Februari 2018.

4. Jokowi Janji Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja Baru


Jokowi berjanji akan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru dalam 5 tahun jika terpilih menjadi presiden. Janji itu disampaikan Jokowi di Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 3 Juli 2014. "Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun," ujar Jokowi.

perpres no 20 tahun 2018

Faktanya, Jokowi justru mempermudah tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia melalui aturan bebas visa. Hal itu membuat tenaga kerja Indonesia semakin kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan karena harus bersaing dengan tenaga kerja asing.

Dan terakhir, jokowi telah resmi menandatangani Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018.

5. Jokowi Janji Tidak Akan Ngutang Lagi


Dalam kampanye pilpres tahun 2014, Tim Ekonomi Jokowi JK berjanji tidak akan pernah berutang lagi. Jokowi tidak akan meminjam uang keluar negeri untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

hoax tidak akan utang lagi

"Kita mau mandiri, sehingga segala bentuk proses pembangunan pendidikan, infrastruktur harus menggunakan dana sendiri. (Jokowi-JK) menolak bentuk utang baru supaya bisa mengurangi beban utang setiap tahun," ujar Tim Jokowi JK, Tjahjo Kumolo di Gedung DPR/MPR, Selasa (3/6/2014).

Faktanya, utang Indonesia malah semakin menumpuk saat Jokowi menjadi Presiden. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I 2016 sebesar USD316,0 miliar atau sekitar Rp 4.000 triliun lebih.

Angka ini terbilang fantastis jika dibandingkan jumlah utang pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama 10 tahun SBY menjadi presiden, utang luar negeri Indonesia hanya bertambah Rp 1.299 triliun.

Dan terakhir pada Februari 2018, utang Indonesia tembus 4.800 triliun rupiah.

6. Jokowi Janji Persulit Investasi Asing


Kemudahan perizinan investasi asing di Indonesia yang dijanjikan Presiden Jokowi menuai kritik. Janji yang digembar-gemborkan Jokowi di forum APEC dan G20 baru-baru ini dinilai melanggar janjinya saat kampanye pilpres lalu

hoax mempersulit investasi asing

"Jokowi jangan amnesia. Di forum debat capres mengatakan akan mempersulit investasi asing masuk ke Indonesia dengan mempersulit perizinan investasi asing yang akan masuk dalam menghadapi MEA. Tapi di forum APEC dan G20, Jokowi selalu menjanjikan kemudahan perizinan," ujar Rahadian dari Front Rakyat Lawan Jokowi, Minggu (16/11).

Menurut Rahadian, tawaran investasi bidang infrastruktur strategis di Indonesia kepada para penanam modal asing oleh Jokowi di depan ratusan CEO di forum APEC di Beijing tidak bisa dibiarkan. Seluruh komponen masyarakat harus menyikapi dengan kritis.

"Investasi asing harus dihalangi karena dapat mengganggu kedaulatan ekonomi Indonesia. Sangat jelas, Pasal 33 UUD 1945 menekankan pentingnya penguasaan sektor ekonomi yang berhubungan dengan hidup orang banyak harus dikuasai negara," paparnya.

7. Jokowi Janji Jaksa Agung Bukan dari Parpol


Tim Transisi pernah menyatakan bahwa Presiden Jokowi tidak akan memilih Jaksa Agung dari partai politik. Kandidat Jaksa Agung yang akan dipilih Jokowi berasal dari kalangan profesional internal atau eksternal Kejaksaan Agung.

hoax jaksa agung non parpol

"Pilihan itu adalah keinginan Presiden menjaga supaya Jaksa Agung tidak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan politik," ujar Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2014.

Faktanya, Jokowi malah menunjuk kader Partai Nasdem, HM Prasetyo menjadi Jaksa Agung. Meski kinerjanya kerap disorot karena minim prestasi, Jokowi tetap mempertahankan anak buah Surya Paloh tersebut.

8. Jokowi Janji Tidak Impor Pangan


Menurut BPK, Menteri Perdagangan seharusnya dapat melakukan penyesuaian melalui koordinasi dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Kesalahannya terjadi karena persetujuan impor tak ditetapkan melalui rapat koordinasi di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
hoax tidak akan impor pangan

Dari hasil pemeriksaan BPK, setidaknya ada 11 kesalahan impor pangan sejak 2015 hingga semester I 2017. Pertama, penerbitan Persetujuan Impor (PI) gula dalam rangka menjaga ketersediaan dan stabilitas harga Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 1,69 juta ton. PI tidak diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, namun hanya berdasarkan Surat Menteri Perdagangan.

Dari beberapa contoh diatas, yang mana media-media mainstream sendiri secara masif janji-janji "ia" dulu apabila terpilih sebagai presiden akan melakukan sebagaimana disebutkan diatas, dan ternyata pada kenyataannya adalah hanyalah berupa janji saja, sehingga bisa dikatakan berita-berita yang dulu disajikan secara masif ternyata tidak benar.

Selanjutnya, apakah berita tersebut termasuk berita bohong, atau pemberitaan bohong, atau yang lebih dikenal dengan istilah hoax, silahkan anda nilai sendiri. Ingat, jadilah seorang netizen yang cerdas, teliti dan baca setiap informasi yang tersebut dengan seksama, agar kita tidak terjebak dalam berita hoax.
Advertisement

Baca juga:

Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments