5 Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan
5 Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

5 Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Baca juga:

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sudah menjadi produk yang familiar di masyarakat kita. Aqua, Ades, Le Minerale, Pure Life, Nestle dan lain sebagainya.

5 Fakta Menarik Tentang Air Minum dalam Kemasan


Belum lagi Air Minum Dalam Kemasan produk lokal di daerah masing-masing, seperti di Bangka Belitung daerah saya sendiri ada produk Bolesa, Viz, Hass, dan sebagainya.
Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Air Minum Dalam Kemasan setiap hari dapat kita temui dan untuk mendapatkannya pun mudah, cukup dengan mendatangi warung-warung pinggir jalan hingga supermarket mewah, pasti tersedia disana. 

Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang sudah sangat terkenal dan familiar didalam masyarakat modern sekarang ini, dulunya adalah barang yang eksklusif dan tidak sembarang orang bisa membelinya. 


Minuman yang biarpun hanya berisi air mineral biasa (air putih) ini hanya diminum oleh orang-orang penting seperti tamu dari luar negeri ataupun wisatawan asing.

Untuk mendapatkannya pun tidak bisa sembarangan, pada masa itu hanya tersedia di hotel-hotel berbintang, tidak seperti sekarang yang ada di setiap sudut warung kelontongan.

Aqua adalah produk air mineral pertama yang diproduksi di Indonesia, karena itu adanya AMDK di Indonesia ini tidak lepas dari sejarah produk bermerek Aqua tersebut.

Sejarah Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia 


Tirto Utomo, warga asli Wonosobo yang pernah bekerja untuk Pertamina lah yang menjadi pencetus pertamanya. Saat itu, dia kerap kesulitan untuk mencari air minum untuk para tamu dari luar negeri. 

Karena itu, dia pun berinisitif mendirikan perusahaan air minum kemasan.

Aqua secara resmi diproduksi pertama kali pada tahun 1973 di bawah perusahaan PT Aqua Golden Mississippi. Pada awal diproduksi, air minum kemasan itu diberi nama “Puritas”. 

Namun karena penyebutannya yang sulit dan tidak familiar, brand “Puritas” itu hanya bertahan dua tahun dan kemudian diganti dengan merek “Aqua”. 

Penjualan Air Minum Dalam Kemasan berasal dari tahun 1622 di Sumur Suci di Malvern, Inggris, yang menjual air botol dari mata air Malvern. 

Dalam 30 tahun terakhir, konsumsi air minum dalam kemasan meningkat drastis dan rata-rata orang di dunia sekarang mengonsumsi 500 liter air kemasan setiap tahunnya. 

Pertanyaannya adalah, apakah air kemasan itu sebenarnya lebih baik, lebih aman? 

Apakah layak untuk dibeli dengan pengeluaran biaya tambahan belanja rumah tangga?

Berikut 5 fakta menarik tentang air minum dalam kemasan:

1. Merusak Lingkungan


Untuk menghasilkan air kemasan, sebuah perusahaan air minum dalam kemasan menggunakan sekitar 17 juta barel minyak bumi untuk setiap tahunnya. 

Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Dan itu hanya untuk memproduksi botol serta air dalam botol kemasan, tidak termasuk transportasi yang digunakan untuk mendistribusikannya kepada pengecer.

Selain itu, proses nya juga menghabiskan 1,39 liter air untuk menghasilkan 1 botol air kemasan yang berisi 1 liter air.

Dan pada akhirnya, di tahun 2016 saja, ada 250 miliar liter air dimasukkan kedalam botol yang, dan botol-botol tersebut sayangnya tidak dapat diurai, dan kalaupun ada proses daur ulang, yang berhasil di daur ulang hanya sekitar 12 persennya saja.

Botol-botol air minum dalam kemasan ini membutuhkan waktu hingga 450 tahun agar dapat membusuk dan terurai dengan sepenuhnya.

Dan hal ini menghadapkan kita pada dua pilihan, pertama batasi jumlah air kemasan yang kita minum atau kedua mulai sebuah mesin untuk tempat tinggal baru di ruang angkasa seperti pada film animasi Wall-E, karena pada akhirnya nanti kita sangat membutuhkan itu, jika spesies manusia ingin selamat.

2. Tidak Lebih Aman Dari Air Keran Biasa atau Air Tanah


Salah satu alasan orang memilih air kemasan dari pada air keran biasa adalah karena mereka pikir itu lebih aman dan sehat. Faktanya bahwa, krisis air yang terjadi beberapa dekade terakhir adalah salah satu alasan mengapa penjualan air minum dalam kemasan meningkat. 

Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Masalahnya adalah bahwa beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa air botolan tidaklah lebih aman daripada air keran biasa.

Mereka yang menggunakan air keran biasanya berpikir bahwa sebelum air tersebut sampai kerumah kita, ditampung dulu dalam sebuah sumur, dan sumur bisa terkontaminasi. Selain itu pipa yang menyalurkan air kerumah-rumah, juga dapat menyebabkan air keran terkontaminasi.

Namun sebenarnya adalah semua air publik harus aman, karena harus mengikuti peraturan-peraturan ketat serta melewati tahapan-tahapan pengujian yang ketat oleh badan perlindungan lingkungan.

Karena itu, anggapan bahwa air keran tidak aman untuk dikonsumsi itu sangat tidak beralasan, kecuali ada larangan dari penyelenggara air keran untuk mengkonsumsinya.


Sedangkan untuk air tanah, hampir dapat dipastikan sangat aman untuk dikonsumsi. Karena air tanah pada dasarnya adalah air yang diambil dari mata air langsung didalam tanah.

Kecuali jika tanah tersebut terkontaminasi oleh limbah-limbah pabrik dan lain sebagainya.

Air botolan tidaklah dapat benar-benar memecahkan masalah keamanan air seperti yang dihadapi oleh air keran dan air tanah diatas, karena pembotolan air dalam prosesnya menambahkan beberapa langkah yang tidak perlu. 

Air yang sudah bersih masuk ke pabrik, beberapa bahan ditambahkan, melewati beberapa filter, dan mesin memasukkannya ke dalam botol. 

Masalahnya adalah setiap kali langkah pemrosesan pembotolan air mineral, itu bisa saja akan menambah masalah baru atau peluang bahwa sesuatu bisa saja salah, seperti air yang terkontaminasi E. coli. 

3. Rasanya Baik atau Lebih Baik?... Pikirkan Lagi


Menurut beberapa orang, mereka suka air kemasan karena rasanya lebih enak daripada air keran atau air tanah. Meskipun ada kemungkinan bahwa beberapa orang dapat merasakan perbedaannya, mayoritas orang tidak dapat merasakannya. 

Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Studi dari Amerika Serikat, Swiss, Irlandia, dan Prancis menemukan bahwa hanya sekitar sepertiga orang dapat mengetahui perbedaan antara air keran, air tanah dan air kemasan. 

Dan ini masuk akal. Ada perbedaan antara air keran dan air kemasan karena berbagai merek air kemasan mengandung berbagai tingkat mineral seperti kalsium dan natrium, dan air dari sumber yang berbeda memiliki rasa yang berbeda pula.

Sementara itu ada juga beberapa orang dapat mengetahui perbedaan antara air kemasan dan air keran, ketika mereka merasakannya, dan kebanyakan dari mereka berpikir air keran rasanya lebih baik daripada air kemasan. 

Dalam beberapa penelitian yang berbeda, jumlah orang yang lebih menyukai air ledeng biasa dan air dalam kemasan dapat berkisar sekitar 45 hingga 75 persen.

4. Hampir Setengah dari Air Minum Dalam Kemasan adalah Air Ledeng


Pernahkah Anda berpikir dari mana air dalam botol itu berasal? 

Asal-usul air sering kali tidak tercantum dalam kemasan, tetapi kadang-kadang label dikemasan juga ada yang mengatakan: "dari mata air", "air gletser," atau "air pegunungan."

Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Masalahnya adalah bahwa penggunaan kata-kata ini tidak diatur. jadi air dalam botol tidak selalu berasal dari sumber-sumber tersebut.

Dalam buku Bottled and Sold: The Story Behind Our Obsession with Bottled Water oleh Peter Gleick mengatakan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 45 persen dari semua air kemasan berasal dari sumber air kota (air ledeng). 

Mengambil air untuk air kemasan dari sumber air kota (air ledeng) bisa menjadi sebuah masalah. Misalnya, di luar Guelph, Ontario AS, Nestle memiliki pabrik pembotolan dan selama musim kemarau, mereka terus mengambil air kota, dan dapat menempatkan 130.000 warga disana berisiko tidak memiliki cukup air.

5. Sangat Mahal


Sebagaimana pemborosan berjalan lurus dengan kerusakan lingkungan di daftar pertama tadi. Air kemasan adalah pemborosan besar. Salah satu hal terbesar yang diboroskan adalah uang hasil jerih payah orang lain.

Fakta Menarik Tentang Air Minum Dalam Kemasan

Menurut studi pada tahun 2012 dari University of Michigan, rata-rata, air kemasan berharga $ 1,22 per 19 liter, ini artinya 300 kali lebih mahal dari air ledeng. 


Namun, hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa 2/3 dari semua air botol yang dijual dalam botol 16,9 ons, yang berarti bahwa air kemasan sebenarnya seharga $ 7,50 per 19 liter dan itu dua kali lipat harga bensin.

Pada 2015, perusahaan yang mendistribusikan air kemasan menghasilkan $15 miliar. Itu adalah jumlah uang yang dihabiskan untuk sesuatu yang sangat mudah tersedia. 

Jika itu tidak juga cukup gila, penjualan air botolan sudah naik sejak saat itu, dan pada tahun 2016, untuk pertama kalinya, lebih banyak galon air kemasan dijual daripada minuman ringan.
Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments