Pro dan Kontra Kenapa Aplikasi TIK TOK Diblokir Pemerintah?
Pro dan Kontra Kenapa Aplikasi TIK TOK Diblokir Pemerintah?

Pro dan Kontra Kenapa Aplikasi TIK TOK Diblokir Pemerintah?

Baca juga:

Pemerintah Indonesia resmi memblokir aplikasi Tik Tok, aplikasi yang memberikan special effects unik dan menarik yang dapat digunakan oleh penggunanya dengan mudah.

Sehingga dapat membuat video pendek dengan hasil yang cukup bagus serta dapat dipamerkan kepada teman-teman atau pengguna lainnya.

Kenapa Aplikasi TIK TOK Diblokir Pemerintah?


Aplikasi sosial video pendek ini memiliki dukungan musik yang banyak sehingga penggunanya dapat melakukan performanya dengan tarian, gaya bebas, dan masih banyak lagi sehingga mendorong kreativitas penggunanya menjadi content creator.
Kenapa Aplikasi Tik Tok diblokir Pemerintah

Namun pada perkembangannya, aplikasi ini banyak disalahgunakan oleh penggunanya dengan menciptakan konten-konten yang berbau porno, pelecehan agama, dan lain sebagainya. 

Karena dianggap banyak melakukan pelanggaran, akhirnya pemerintah secara resmi memblokir Aplikasi Tik Tok yang berasal dari Tiongkok ini.

Pemerintah mengatakan, sebagai aplikasi media sosial yang user generated, Tik Tok seharusnya punya mekanisme sendiri bagaimana membuat standar konten dan bagaimana mencegah dan menyelesaikan masalah apabila ada konten yang melanggar undang-undang kita.

Berdasarkan pengamatan admin, aplikasi Tik Tok ini memang banyak terdapat konten negatifnya, dibandingkan konten positifnya.

Bisa dikatakan sebagai aplikasi goblok. Tidak percaya? Coba saja ketik di Play Store Google kata kunci "Aplikasi Goblok" maka yang muncul diperingkat atas nya adalah Aplikasi Tik Tok ini.

Kenapa Aplikasi Tik Tok diblokir Pemerintah

Warganet atau netizen pun berbeda pendapat soal pemblokiran Tik Tok ini, ada yang setuju karena beberapa konten yang memang dianggap tidak layak.

Adapula yang beranggapan, mengapa aplikasi Tik Tok harus diblokir, karena toh dengan sendirinya nanti aplikasi itu akan “punah” dan tidak populer dengan sendirinya.

Seperti yang diungkapkan salah satu netizen dalam akun facebooknya, Rizal Firmansyah.

Kenapa aplikasi Tik Tok meski diblokir toh aplikasi itu akan “punah” dan tidak populer dengan sendirinya. 

Mari kita sedikit mengingat sejarah aplikasi yg populer dan pada akhirnya tenggelam ditelan masa.

Aplikasi Chatting


Dulu kita mengenal mIRC yang sangat populer dieranya, yang pada waktu itu dapat membuat orang rela duduk didepan komputer di warnet berjam-jam, chatting dengan orang yang entah ada dimana dan tidak dikenalnya.

Seiring waktu, kemudian mIRC pun "musnah" digantikan dengan kepopuleran MI633 dan NIMBUZZ, yang juga pada akhirnya hilang tertelan kejayaan Aplikasi BING.

Dan kemudian BING pun dikalahkan aplikasi YAHOO MESSENGER (YM) yang dikalahkan dengan aplikasi BBM yang lumayan cukup lama bertahan namun pada akhirnya setenar-tenarnya BBM tumbang juga dengan aplikasi FB MESSENGER, LINE, dan sebagainya. 

Apalagi dengan hadirnya WA serta TELEGRAM, perlahan namun pasti, aplikasi Chatting lainnya pun dengan sendirinya ditinggal oleh penggunanya.

Aplikasi Game


Pada era handphone monoponic, aplikasi game ULAR (SNAKE) di hp jadul begitu sangat populer, masih teringat dibenak generasi 80-an keseruan bermain game SNAKE yang masih hitam putih tersebut. 

Kemudian aplikasi itu pun mulai ditinggalkan, dengan hadirnya aplikasi game POKEMON GO yang menggunakan teknologi Augmented Virtual. Bahkan bisa dibilang game Pokemon Go tidak mampu bertahan lama, karena dikalahkan oleh aplikasi GETRICH, COC dan CLASH ROYAL. 

Dan pada akhirnya POKEMON GO pun tenggelam ditelan kerasnya persaingan teknologi informasi. 

GETRICH dan COC yang sempat berjaya hingga pada masanya pernah diadakan olimpiade dunia permainan game COC dengah hadiah yang cukup menggiurkan pun pada akhirnya mulai ditinggalkan penggemarnya dan beralih ke game MOBIL LEGENDS, ARENA OF VALOR dan sekarang yang sedang hangat-hangatnya adalah game PUBG Mobile.

Aplikasi Video Musik dan Jejaring Sosial Pencari Jodoh


Dulu kita mengenal aplikasi CAMFROG yang sangat digdaya namun CAMFROG tamat riwayatnya oleh OMEGLE.  Ditambah lagi dengan hadirnya aplikasi BIGO, maka kepopuleran CAMFROG dipastikan punah. Sebelum aplikasi TIK TOK maka SMULE lah yang paling fenomenal namun kepopuleran SMULE mulai tergerus oleh aplikasi TIK TOK sampai hari ini.

Jadi, meskipun Aplikasi TIK TOK tidak diblokir pemerintah, dapat dipastikan Aplikasi Tik Tok pun akan kehilangan kejayaannya dengan kemunculan aplikasi-aplikasi baru lainnya yang sejenis. 

Pemerintah saja yang terlalu phobia, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi mengingatkan aplikasi TIK TOK untuk membersihkan konten yang ada dan memberikan semacam jaminan bahwa tidak akan ada konten negatif.

Namun yang seharusnya adalah bukanlah pembuat aplikasi yang mesti diingatkan serta bukan pula aplikasinya yang diblokir, akan tetapi otak pengguna aplikasi TIK TOK yang harus dibersihkan dari konten negatif, otak manusia nya yg harus dididik supaya isi otaknya berfikir baik untuk menggunakan aplikasi apapun. 

Selama otak penggunanya masih terus tidak bisa berpikir dengan baik, serta menghasilkan konten yang baik, maka aplikasi-aplikasi baru yang bermunculan akan tetap tidak akan dapat menahan atau memfilter konten yang dihasilkan oleh pengguna.

Sebilah pisau akan bisa menolong ataupun bisa membunuh seseorang, tetapi semua itu tergantung kepada si pengguna pisau itu sendiri. 
Loading...

Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments